Pilu Pasien Kanker yang Dikucilkan Gegara Corona: Uang Habis-Batal Operasi

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 16:05 WIB
Sujono saat menerima bantuan yang disalurkan lewat gugus tugas percepatan penangan COVID-19 Kabupaten Brebes
Foto: Sujono saat menerima bantuan yang disalurkan lewat gugus tugas percepatan penangan COVID-19 Kabupaten Brebes (Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Seorang pria pengidap kanker di Brebes, Sujono (49) dikucilkan keluarganya gegara pernah terpapar virus Corona atau COVID-19. Niatnya menjalani operasi di RSUP dr Kariadi Semarang pun batal gegara COVID-19.

Sujono mengaku berangkat ke Semarang dengan tekad operasi kanker kelenjar di lehernya. Namun, uang bekalnya itu justru habis untuk biaya operasional selama karantina di Semarang.

"Uang saya habis Rp 20 juta. Tadinya untuk bekal selama operasi kanker di Semarang. Tapi ternyata batal operasi gara-gara Corona. Setelah 32 hari saya sembuh dan dipulangkan, tapi kanker belum diobati sampai sekarang. Mau berobat lagi tapi tidak ada uang," tutur Sujono saat ditemui di rumahnya, Desa Tengguli, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2020).

Dia menerangkan uang bekalnya itu justru habis untuk biaya operasional kerabat yang menungguinya hingga kebutuhan transportasi selama karantina Corona di Semarang. Selama di Semarang itulah, pria yang bekerja serabutan itu akhirnya kehabisan ongkos.

"Yang nunggu dikasih Rp 100 ribu per orang. Sehari beberapa shift bergantian dan tidak sendirian. Mereka juga kan perlu makan, rokok dan transportasi Brebes Semarang," bebernya.

Setelah sembuh dari COVID-19 dia lalu pulang ke rumahnya di Brebes. Sujono masih berharap bisa melanjutkan pengobatan kankernya meski dia mengaku tak memiliki uang lagi.

"Kalau tidak kena Corona mungkin saya sudah diobati. Uang habis tapi kanker tidak ditangani gara-gara virus corona," ucap Sujono.

Terpisah, Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Tanjung, drg Adhi Supriadi mengatakan pihaknya sudah menggalang bantuan bagi Sujono. Biaya itu untuk bekal hidup dia dan para penunggu pasien di Semarang.

"Hari ini sudah ada donasi yang masuk, tadi sudah diserahkan langsung usai salat Jumat. Bantuan datang dari berbagai sumber. Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban pasien," terang Adhi usai menyerahkan bantuan.

Selanjutnya
Halaman
1 2