Sultan HB X Tak Larang Warga Yogya Tirakatan 17 Agustus, Asal...

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 16:13 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. (Pradito/detikcom)
Yogyakarta -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mempersilakan masyarakat untuk menggelar tirakatan HUT Kemerdekaan ke-75 RI. Namun, dengan syarat masyarakat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Saya tidak akan melarang, tapi tolong karena kondisinya (kasus COVID-19) masih fluktuatif di Yogyakarta saya berharap kalau memang masyarakat Yogya menyelenggarakan tirakatan dan sebagainya jangan lupa protokol kesehatan tetap dijaga," kata Sultan saat ditemui di depan Gedhong Pracimosono, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2020).

Sultan pun mempersilakan masyarakat untuk ikut meramaikan HUT Kemerdekaan ke-75 RI dengan menggelar upacara. Hanya saja, Sultan mengingatkan pelaksanaan upacara menyambut 17-an itu harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Untuk meramaikan upacara 17 pun saya punya harapan juga protokol harus dijaga, dalam arti pakai masker jaga jarak dan sebagainya. Semua itu untuk tidak menimbulkan masalah baru, saya kira itu," pesan Sultan.

Sultan menyebut agenda Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) untuk HUT Kemerdekaan ke-75 RI tidak digelar secara besar-besaran. Upacara 17 Agustus itu pun bakal digelar virtual.

"Kalau Pemda itu hanya tanggal 17 (Agustus) jam 07.00 WIB itu kita ada acara di gedung negara (Gedung Agung), hanya pengibaran (secara virtual)," ucapnya.

"Terus nanti jam 10 (pagi) menyaksikan, itu pun terbatas. Untuk menyaksikan acara 17-an yang di istana negara (Jakarta). Sehingga sepertinya tidak ada acara untuk resepsi dan acara untuk tirakatan juga tidak ada," lanjut Sultan.

Oleh karena itu, Ngarsa Dalem meminta masyarakat agar mentaati dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat memperingati kemerdekaan tersebut.

"Karena memang kondisi seperti ini ada keterbatasan dan pemerintah pusat sudah mengambil kebijakan untuk itu. Jadi kita sama-sama juga mentaati itu untuk harapan agar tidak berlebih," ucapnya.

(ams/sip)