Emak-emak di Yogya Nekat Buat Laporan Palsu Perampokan ke Polisi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 15:58 WIB
Ibu muda di Kota Yogyakarta nekat bikin laporan polisi palsu, Selasa (11/8/2020).
Ibu muda di Kota Yogyakarta nekat bikin laporan polisi palsu, Selasa (11/8/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Seorang ibu rumah tangga, Retnowati (24) nekat membuat laporan polisi palsu menjadi korban perampokan untuk menghindari tagihan utang. Polisi mengungkap, motor milik warga Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta yang dilaporkan dirampok itu, digadaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari usai suaminya kena PHK dampak pandemi Corona (COVID-19).

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Sudjarwoko mengatakan, kejadian itu berawal saat Retnowati membuat laporan polisi ke Polsek Kotagede tertanggal 4 Agustus 2020. Retnowati mengaku menjadi korban pencurian dengan kekerasan di Jalan Nyi Wiji Adisono, Kelurahan Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta.

"Ternyata setelah mengurutkan kronologis, luka yang dialami korban itu anggota menemukan kejanggalan. Setelah itu dilakukan pembuktian dan ternyata laporan yang dia (Retnowati) buat itu palsu," kata Sudjarwoko saat jumpa pers di Polresta Yogyakarta, Jalan Reksobayan No 1, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2020).

Setelah itu, polisi meminta keterangan dari Retnowati dan dia mengakui jika sebenarnya tidak menjadi korban perampokan. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua lembar surat perjanjian jual beli sementara motor matik dan satu lembar surat tanda bukti laporan dari Polsek Kotagede.

"Dari hasil pemeriksaan, dia bohong atau membuat laporan palsu karena ada permasalahan ekonomi yang cukup besar di dalam kehidupan keluarganya," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui suami Retnowati kehilangan pekerjaan karena mewabahnya COVID-19. Di sisi lain, Retnowati tidak bekerja dan memiliki kewajiban harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jadi motor yang dikatakan hilang karena dicuri itu ternyata digadai Rp 2.250.000, dan uang hasil gadai motor itu digunakan dia untuk membayar kontrakan rumah, utang dan cicilan," ujarnya.

"Termasuk juga karena dampak COVID-19 kerjaan suaminya hilang sehingga dia butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," imbuhnya.

Karena itu, motor satu-satunya tersebut digadaikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, Retnowati menggadaikan motor tanpa sepengetahuan suaminya.

"Dugaan kami karena kondisinya sudah kepepet tidak ada lagi tempat mencari uang. Sehingga dia buat laporan polisi supaya tagihan cicilan tidak dibebankan kepada yang bersangkutan," katanya.

Kendati demikian, sebagai penegak hukum, pihaknya tetap melakukan proses pembuktian terhadap laporan palsu yang dibuat Retnowati. Namun, Sudjarwoko memberi pengecualian khusus.

"Tapi di balik itu semua, saya sebagai Kapolresta Yogyakarta memberikan kebijakan kepada tersangka ini. Kita juga menegakkan hukum dengan melihat beberapa faktor, salah satunya asas manfaat," katanya.

Tonton video 'Dianggap Bikin Laporan Palsu, ICW Akan Polisikan Dewi Tanjung':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2