Alasan Polisi Tak Tangkap Penyerang Acara Doa Pernikahan Solo di TKP

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 15:37 WIB
Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai
Foto: Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai, Senin (10/8/2020) (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Dua pelaku penyerangan kegiatan doa bersama rangkaian acara pernikahan di Solo ditangkap sehari setelah kejadian. Polisi mengungkap alasan tidak menangkap pelaku saat kejadian berlangsung.

"Karena kita saat itu lebih mengutamakan menyelamatkan para korban," kata Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai dalam jumpa pers di Mapolresta Solo, Senin (10/8/2020).

Diketahui, polisi menangkap dua pelaku yang diduga melakukan penyerangan kepada peserta doa bersama rangkaian acara pernikahan di Solo. Keduanya kini telah ditahan oleh Polresta Solo.

Kedua pelaku ditangkap pada Minggu (9/8) sore. Mereka ditangkap di seputaran Kota Solo.

"Kurang dari 1x24 jam kami bisa mengamankan dua orang yang diduga pada saat terjadi pengeroyokan dan perusakan di TKP," kata Kapolresta Solo, Kombes Andy Rifai dalam jumpa pers di kantornya, Manahan, Solo, hari ini.

Andy menyebut pelaku berinisial BD dan HD. Salah satunya merupakan warga Solo dan lainnya berasal dari luar Solo.

"Kita tangkap mereka saat melakukan kegiatan," ujarnya.

Terkait peran masing-masing pelaku, Andy mengatakan masih akan mendalaminya. Termasuk jumlah pelaku akan terus berkembang.

"Perannya masih kita dalami," ujar dia.

Polisi meminta para pelaku lainnya segera menyerahkan diri dalam waktu 2x24 jam.

"Kita sudah mengembangkan dan mengidentifikasi pelaku-pelaku lain. Kita beri kesempatan menyerahkan diri 2x24 jam!" tandas Andy.

Dalam batas waktu tersebut, Andy menjanjikan akan memperlakukan pelaku dengan baik jika menyerahkan diri. Namun, dia akan menindak tegas para pelaku yang enggan menyerahkan diri.

Tonton video 'Dua Penyerang Acara Doa Jelang Pernikahan di Solo Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2