Jerit Tangis Ibu Korban di Rekonstruksi Pembunuhan Sepasang Kekasih Sadis

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 15:33 WIB
Ibu dan ayah korban pembunuhan sadis sepasang kekasih di Kota Pekalongan, Senin (10/8/2020).
Ibu dan ayah korban pembunuhan sadis sepasang kekasih di Kota Pekalongan, Senin (10/8/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Ibu korban pembunuhan sadis oleh sepasang kekasih di Kota Pekalongan, Faekoh (48), tak kuasa menahan tangis ketika mengikuti rekonstruksi kasus yang menghilangkan nyawa putranya, SR (14). Ayah korban, Antariksa (48) beberapa kali harus menenangkan hati istrinya itu.

Sepasang kekasih sadis yakni KN (17) dan S (16) yang menghabisi nyawa dua remaja di Kota Pekalongan menjalani rekonstruksi hari ini. Rekonstruksi ini terkait dengan pembunuhan korban berinisial SR (14), yang dihabisi kedua pelaku pada Sabtu (18/4) sore. Mayat SR baru ditemukan warga karena baunya yang menyengat pada Jumat (23/4) pagi.

Pantauan detikcom, Antariksa dan Faekoh mengikuti kegiatan rekonstruksi yang digelar Polres Pekalongan Kota. Keduanya melihat dari belakang garis polisi.

Tangis Faekoh pecah sejak melihat iring-iringan mobil polisi dengan pengawalan yang membawa dua pelaku pembunuhan anaknya, KN dan S, tiba di lokasi. Terlebih saat melihat secara langsung kedua pelaku yang berbaju tahanan warna biru itu keluar dari mobil. Faekoh tampak terpukul karena harus kehilangan anaknya dengan cara tragis seperti itu.

"Sudah, wis-wis. Tenang Bu," kata Antariksa sembari berupaya menenangkan tangis Faekoh, di lokasi rekonstruksi, Jl Dr Sutomo, Kelurahan Noyontaansari, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Senin (10/8/2020).

Keduanya akhirnya larut dalam pelukan dan tangisan. Tampak Antariksa mencoba menahan tangisnya sembari menenangkan istrinya.

"Wis...wis... Sabar ya," beberapa kali kata itu terucap dari Antariksa kepada istrinya sambil berpelukan.

Tangis Faekoh sejenak mereda. Namun, dia kembali terisak saat sepasang kekasih sadis itu terlihat keluar dari bekas diler mobil untuk melakukan reka ulang adegan di depan bangunan itu.

Dengan cepat, Antariksa, langsung merangkul istrinya dan memintanya untuk tidak mendekat. Namun, istrinya itu sempat memberontak dengan alasan ingin melihat langsung dua pelaku yang membunuh anaknya.

"Aku pengin lihat, pengin lihat," kata Faekoh bersikukuh dengan air mata berderai.

Antariksa mengaku sempat melarang istrinya untuk datang ke lokasi rekonstruksi. Selain bisa menambah kesedihan, mereka juga tidak diperkenankan masuk melewati garis polisi yang dipasang di lokasi.

"Sebelumnya saya sudah melarang ke sini (lokasi rekonstruksi). Tapi ya sudahlah daripada kita yang ribut di rumah," ujar Antariksa saat ditemui di lokasi.

Antariksa pun mempercayakan proses hukum kasus pembunuhan anaknya itu ke pihak berwajib.

"Saya serahkan sepenuhnya pada hukum yang ada," katanya.

Usai melihat rekonstruksi dari kejauhan itu, keduanya tampak langsung meninggalkan lokasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2