Istri ABK Kapal China asal Tegal Tulis Surat Terbuka ke Jokowi, Ada Apa?

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 18:45 WIB
Istri ABK asal Tegal surati Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020).
Foto: Istri ABK asal Tegal tulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020). (Imam Suripto/detikcom)
Kabupaten Tegal -

Seorang perempuan yang merupakan istri Anak Buah Kapal (ABK) asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menuliskan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Wanita ini meminta agar pemerintah membantu melacak keberadaan suaminya yang bekerja di kapal ikan asal China.

Perempuan ini bernama Ingrid Frederica (31) warga Jalan Cendrawasih, Kecamatan Kabupaten Tegal. Ingrid menyampaikan, dirinya meminta bantuan Presiden Jokowi karena suaminya yang bernama Samfarid Fauzi (33) tidak diketahui keberadaannya. Sebagai ABK kapal Cina, Samfarid Fauzi tidak jelas nasibnya sejak ikut kapal China Fu Yuan Yu pada 2018.

Surat terbuka ini ditulis pada 30 Juli 2020 lalu. Disebutkan dalam surat ini, suami Ingrid bekerja sebagai ABK di kapal Fu Yuan Yu sejak April 2018. Terakhir kali berkomunikasi dengannya, Ingrid menyampaikan sang suami mengalami perlakuan tidak manusiawi selama bekerja. Selain jam kerja yang panjang dan tidak sesuai kontrak kerja, makanan yang diberi tidak layak serta tidak ada obat-obatan yang memadai.

"Suami saya menyampaikan sudah tidak sanggup lagi bekerja dan ingin pulang tapi tidak dizinkan. Dengan berat hati suami saya melanjutkan sampai selesai kontrak April 2020. Seharusnya April suami saya sudah pulang. Namun hingga surat ini ditulis saya tidak tahu keberadaan dan keadaannya," kata Ingrid saat ditemui di rumahnya, Kamis (6/8/2020).

Istri ABK asal Tegal surati Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020).Istri ABK asal Tegal tulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020). (Imam Suripto/detikcom)

Ingrid mengaku bertambah cemas ketika mendapat informasi dari salah seorang rekan kerja suaminya sesama ABK. Informasi yang diterima Ingrid menyebutkan, suaminya dipindahkan ke kapal Han Rong pada Juni 2020.

Dari rekan suaminya tersebut, Ingrid juga mendapat informasi, banyak ABK yang satu kapal dengan suaminya mengalami sakit dan bahkan meninggal.

"Bahkan hari ini saya mendengar dua orang jenazah dari kapal Hanrong 368 itu sudah dilarung di Samudera Hindia. Sejak Mei 2020 saya sudah memohon bantuan kepada PWNI dan BNP2MI bahkan menghubungi KBRI namun tiada hasil. Saya bingung dan cemas akan nasib suami saya dan kawan-kawannya," ungkap Ingrid.

Di samping perlakuan tidak manusiawi, Ingrid juga mengungkap gaji suaminya dipotong. Uang bayaran sebesar USD 300, kata Ingrid, dipotong berbagai jaminan dan selalu telat dibayarkan. Ingrid mengungkap suaminya menerima gaji terakhir kali pada Bulan Maret yang baru dibayarkan pada Juni.

"Gaji molor tidak jelas. Awalnya bilangnya tiga bulan sekali terima gaji, namun ternyata molor bahkan sampai delapan bulan," ungkapnya.

Di akhir suratnya, Ingrid meminta bantuan Presiden Jokowi agar pemerintah membantu mencari dan memulangkan suami Ingrid dan ABK lainnya.

"Saya mohon dengan sangat uluran tangan Pak Presiden untuk membantu kami rakyat kecil ini," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2