Pejabat Pemkot Solo Dikritik Tak Karantina Usai Swab Tracing Purnomo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 20:17 WIB
Seorang pegawai Bagian Humas dan Protokol Setda Pemkot Solo terkonfirmasi positif virus Corona. Akibatnya satu gedung di Balai Kota Solo harus ditutup selama tujuh hari.
ASN Pemkot Solo jalani swab test imbas pegawai positif COVID-19. (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Solo -

Sejumlah pejabat Pemkot Solo mendapatkan kritik karena tidak melakukan karantina mandiri ataupun bekerja dari rumah. Sebab, mereka merupakan kontak dekat maupun erat dari Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo yang dinyatakan positif COVID-19 beberapa waktu lalu.

Kritikan itu dilontarkan Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto. Menurutnya, pejabat sebagai tokoh publik seharusnya memberikan contoh bagaimana menangani COVID-19. Seperti di kasus Purnomo, seharusnya pejabat yang kontak erat harus karantina usai menjalani swab hingga hasilnya keluar

"Karena sebagai public figure kan pasti bertemu banyak orang, dikhawatirkan akan memperluas penyebaran virus. Itu pentingnya public figure mengerem untuk tidak bertemu orang lain dulu," kata Sugeng saat dihubungi wartawan, Rabu (5/8/2020).

Sejumlah pejabat memang diketahui masih beraktivitas setelah menjalani tes swab. Padahal seharusnya mereka menjalani karantina mandiri, paling tidak hingga hasil swab mereka keluar dengan hasil negatif.

Para pejabat tersebut, antara lain Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Sekretaris Daerah Solo Ahyani. Termasuk pula Kepala Dinas Pendidikan Solo Etty Retnowati yang belakangan juga terkonfirmasi positif COVID-19.

"Misalkan suatu acara seharusnya dihadiri wali kota, ternyata wali kota tidak bisa hadir karena karantina, saya pikir semua bisa memahami," ujar politikus PKS itu.

Apalagi, kata Sugeng, saat ini ASN dan masyarakat sudah terbiasa melakukan pertemuan via daring. Sehingga seluruh kegiatan yang memungkinkan dilakukan via daring diharapkan bisa dilakukan lewat daring.

"Kalau bisa dilakukan via daring ya daring saja. Karantina kan paling lama dua pekan," cetusnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2