Dirut Ditahan Gegara Suap, PDAM Kudus Dipimpin Dewan Pengawas

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 13:22 WIB
Jaksa kembali sambangi kantor PDAM Kudus, Selasa (14/7/2020)
Kantor PDAM Kudus. (Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Jabatan Direktur Utama PDAM Kudus saat ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) dari Dewan Pengawas (Dewas), Dio Hermansyah. Hal ini terjadi setelah Direktur Utama PDAM Kudus Ayatullah Humaini resmi ditetapkan tersangka dan ditahan Kejati Jawa Tengah atas dugaan kasus suap pengangkatan dan penerimaan pegawai PDAM.

"Direktur Utama (Ayatullah Humaiani) digantikan sesuai regulasi, karena proses hukum, direktur utama dihentikan sementara dan dijabat Plt. Jabatan Plt sudah diisi oleh Dewas (dewan pengawas) menjadi Plt," kata Kabag Perekonomian pada Sekretariat Daerah Kudus, Dwi Agung Hartono saat dihubungi detikcom lewat telepon, Rabu (5/8/2020).

Agung mengatakan di perusahaan milik daerah itu terdapat dua direktur, pertama direktur utama dan direktur teknik. Untuk Direktur Utama posisinya masih dijabat oleh Huamini. Namun, saat ini dihentikan sementara karena tersandung dugaan kasus pidana sedangkan sudah tiga bulan belakangan direktur teknik kosong.

Saat ini, pihaknya sudah melaksanakan rekruitmen. Proses rekruitmen itu pun sudah selesai. Proses seleksi dilakukan sejak sebelum terjadi OTT oleh kejaksaan yang menyeret Dirut menjadi tersangka.

"Direktur PDAM Kudus itu ada dua, satu itu direktur utama dan kedua direktur teknik. Direktur utama masih berproses hukum, sedangkan direktur teknik kan sudah berproses seleksi, memang sudah lama karena kosong, sudah tiga bulan yang lalu direktur teknik kosong," ujar dia.

Dari hasil seleksi itu, Direktur Teknik PDAM Kudus dijabat oleh Yan Laksmana. "Untuk direktur teknis sudah diumumkan, tapi untuk pelantikan masih menunggu administrasi," terang Agung.

Diberitakan sebelumnya, Humaini ditahan terkait kasus dugaan terkait pengangkatan dan penerimaan pegawai yang menjerat sang direktur. Pengembangan kasus ini masih dilakukan karena diduga ada 27 orang yang menyerahkan uang terkait kasus tersebut.

(mbr/ams)