Round-Up

Robohnya Tembok Penutup Jalan Desa di Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 08:23 WIB
Jalan desa yang berada di kawasan Sragen sempat ramai diperbincangkan karena ditutup tembok. Kini tembok itu diketahui telah dibongkar.
Pembongkaran tembok yang menutup akses jalan kampung di Sragen (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Akses jalan dukuh selebar tiga meter di Dukuh Ngledok, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen, ditutup tembok oleh salah satu warga. Meski diprotes warga, pemilik lahan bersikukuh menutup jalan karena yakin jalan tersebut masuk ke lahannya.

Kejadian penutupan jalan tersebut viral di media sosial. Salah satunya dibagikan di akun Facebook Kumpulan Wong Sragen (KWS). Hingga sore pukul 14.55 WIB ini, unggahan tersebut menuai 1.500 like dan dikomentari 1.900 orang.

"Tulung dulur2..niki kok jalan.ngledok,gading,tanon,sragen. ditutup...sedangkan dari simbah'y dulu ini tanah dikasih jalan buat anak cucu'y..tapi kenapa kok ditutup gini..mohon penceramahan'y.." tulis akun Heri Rebbin di grup itu. Akun Heri Rebbin juga mengunggah foto kondisi jalan yang ditutup.

Sementara itu saat didatangi ke lokasi, tembok yang disoal itu tampak dibangun melintang dengan ketinggian sekitar satu meter dengan lebar sekitar tiga meter. Tembok itu dibangun dari bahan hebel warna putih, dan dibangun di sisi utara dan selatan jalan dengan jarak sekitar 25 meter.

"Tiba-tiba ditembok kemarin. Tidak ada komunikasi dengan warga, tiba-tiba ditutup begitu saja," ujar warga sekitar, Rebin (50) saat ditemui detikcom di rumahnya, Sragen, Selasa (4/8).

Rebin mengakui jalan tersebut memang masuk pekarangan warga. Namun para pemilik terdahulu, mengikhlaskan sepetak tanah sebagai akses masyarakat.

"Pemilik lama dulu mengikhlaskan tanahnya untuk jalan. Sudah lama, sejak saya kecil sudah ada jalan di sini. Memang dulunya hanya jalan setapak," paparnya.

Penutupan tersebut, lanjutnya, berdampak pada sekitar 11 kepala keluarga (KK) yang kesehariannya melewati jalan tersebut. Meski tidak sampai terisolir, warga harus memutar hingga 500 meter untuk melewati jalur lain.

Keputusan menutup tersebut diambil oleh anak pemilih lahan, Sonem (60). Sonem yang tinggal di Dukuh Magersari ini memutuskan menutup lahan karena merasa jalan tersebut masuk di pekarangannya.

"Ini jalan masuk ke lahan saya. Tahu-tahu jalannya dibangun cor jadi selebar ini, saya tidak diberi tahu. Saya sudah bilang Pak Lurah untuk menutup," kata Sonem.

Tonton juga video 'Meski Mendapat Penolakan, Pemkot Surabaya Bongkar Tembok yang Blokir Jalan Raya':

[Gambas:Video 20detik]





Apa kata Pak Kades? Lihat selanjutnya!

Selanjutnya
Halaman
1 2