Round-Up

4 Fakta Mengejutkan di Balik Pembunuhan Sadis Pasutri di Tegal

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 09:48 WIB
Pelaku pembunuhan terhadap pasutri di Tegal mengungkap latar belakang terjadinya pembunuhan itu. Alasan pembunuhan itu karena sakit hati sering direndahkan.
Ade Setiawan, tersangka pembunuhan pasutri di Tegal. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kabupaten Tegal -

Polres Tegal, Jateng mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri Handi Purwanto (30) dan Citrawati (25) warga Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Dari pengakuan tersangka Ade Setiawan (31), terungkap sejumlah fakta mengejutkan yang melatarbelakangi pelaku gelap mata.

Berikut ini fakta-fakta yang terungkap dari kasus pembunuhan sadis tersebut:


1. Hanya ingin membunuh korban perempuan karena sakit hati
"Saya khilaf. Sebenarnya yang mau dibunuh itu istrinya (Citrawati)," ungkap Ade Setiawan saat ditemui wartawan di Mapolres Tegal, Senin (4/8/2020).

"Saya emosi. Dia selalu melontarkan kalimat kasar dan merendahkan. Saya disamakan maling sama penipu," sambung Ade.

Kapolres Tegal, AKBP Muhamad Iqbal Simatupang menegaskan, istri Handi menjadi target utama pembunuhan. "Jadi target utamanya adalah istri. Tapi saat datang disitu ada suami di rumah. Pelaku marah ingin menghabisi istri karena ada komunikasi yang membuat marah, di mana ada kata-kata kasar dari istri (korban perempuan)," ungkap Kapolres Tegal.


2. Berencana Membakar Mayat Korban
Kapolres Tegal memaparkan, pelaku datang ke rumah korban dengan membawa golok dan satu jeriken bensin. "Pelaku datang sekitar pukul 22.00 saat konter sudah tutup. Dia datang dengan membawa sebilah golok dan bensin," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Heru Sanusi menambahkan, pelaku Ade Setiawan awalnya memiliki rencana membunuh Citrawati dan jenazahnya akan dibakar. Selanjutnya rumah akan dikunci dari luar dengan gembok.

"Awalnya pelaku menanyakan keberadaan Hendi. Dia berpura-pura telpon Hendi dan dijawab oleh Handi bahwa dia akan keluar rumah untuk isi saldo pulsa. Jawaban ini langsung direspon Ade dengan mendatangi TKP sambil membawa bensin dan sebilah golok. Dikira pelaku, Citrawati sendirian di rumah karena ditinggal keluar Handi," ujar Kasat Reskrim.

Setiba di rumah korban pukul 22.00 WIB, pelaku mendapati Handi masih berada di rumahnya. Lantas, pelaku menanyakan soal rencana keluar mengisi saldo pulsa. Namun dijawab oleh Handi bahwa saldo pulsa sudah diurus oleh karyawan.

Antara pelaku dan Handi kemudian masuk rumah dan naik ke lantai atas. Keduanya telibat percakapan sambil minum kopi. Selama pelaku ngobrol bareng Handi, Citra kerap bolak-balik sambil melontarkan kalimat kasar.

"Istri Handi kerap naik turun dan melontarkan kata kata kasar kepada pelaku. Karena tidak kuat menahan emosi, pelaku menampar Citrawati di hadapan suami (Handi)," katanya.

Tonton video 'Tetangga Aniaya Pasutri di Makassar, Suami Tewas Dibusur-Istri Dibacok':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3