Benarkan Dosen Pelecehan Seks Riset Swinger Alumninya, UGM Akan Tindak Tegas

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 17:15 WIB
Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM). (Foto: dok detikcom)
Yogyakarta -

Universitas Gadjah Mada (UGM) membenarkan pria bernama Bambang Ariyanto yang mengaku melakukan pelecehan seksual berkedok penelitian perilaku swinger adalah alumninya. Konfirmasi itu disampaikan oleh Kepala Bagian Humas UGM, Iva Ariani.

"Iya, beliau tercatat di data alumni," kata Iva dalam keterangannya, Senin (3/8/2020).

Pernyataan Iva itu menjawab pertanyaan wartawan, apakah benar Bambang adalah alumni UGM.

"Jika memang berhubungan dengan sivitas UGM, akan diambil tindakan tegas," tegas Iva.

"UGM mengecam segala bentuk tindak pelecehan dan kekerasan seksual apapun bentuknya dan menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut," ujar Iva.

Iva mengungkap pimpinan UGM sedang melakukan pendataan dan mempelajari kasus tersebut. Pihak kampus, kata Iva, akan memberi dukungan bagi sivitas akademika yang menjadi penyintas.

"UGM siap support sivitas akademika UGM yang menjadi penyintas dan memerlukan dukungan dalam bentuk apapun," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, nama Bambang Ariyanto menjadi perbincangan setelah mengunggah video pengakuan telah melakukan pelecehan seksual dengan modus penelitian ilmiah terkait perilaku swinger. Seorang perempuan yang mengaku menjadi korban Bambang angkat bicara.

Menurutnya, sudah ada ratusan korban aksi bejat pelaku yang sudah dilakukan sejak tahun 2014. Dia pun sempat bertemu dengan Bambang dan menanyakan jumlah keseluruhan korban yang ternyata mencapai ratusan.

"Kemarin sempat ketemu lalu saya tanya korbannya berapa. Bambang ini sudah melakukan aksinya sejak 2014. Setiap minggu katanya ada yang baru, kalau dikalikan jumlahnya ada 300-an dan Bambang mengiyakan," kata korban saat dihubungi wartawan, Senin (3/8/2020).

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkannya, hingga saat ini ada 50 orang yang berkomunikasi dengan dirinya dan juga mengaku sebagai korban. Rata-rata korban dihubungi melalui pesan Facebook dengan modus penelitian atau konsultasi. Namun, lanjutnya, kenyataannya Bambang justru menjebak para korban.

"Hingga Minggu (2/8), sebanyak 50 laporan korban yang masuk pada kami. Kebanyakan korban dihubungi oleh pelaku melalui media sosial atau telepon dengan dalih sedang penelitian dan konsultasi. Lalu pelaku menjebak target untuk mendengarkan fantasi seksual swinger-nya," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2