Batu di Masjid Ini Konon Berbekas Telapak Kaki Milik Sunan Kudus

Mochamad Saifudin - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 19:39 WIB
Batu yang diyakini warga bekas jejak kaki Sunan Kudus di Masjid Al Karomah Demak, Jumat (31/7/2020).
Foto: Batu yang diyakini warga bekas jejak kaki Sunan Kudus di Masjid Al Karomah Demak, Jumat (31/7/2020). (Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Masjid Al Karomah di Demak Jawa Tengah, selain memiliki mustaka atau yang disebut warga sebagai mahkota masjid kuno juga memiliki dua batu kuno. Dua batu kuno tersebut, salah satunya memiliki bekas telapak kaki kanan.

"Batu ini sudah ada sejak masjid ini ada," jelas Muadzin Masjid Al Karomah, H Khanafi, di masjid yang berada di Dukuh Bener, Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020).

Khanafi mengatakan, batu berbekas telapak kaki tersebut diperkirakan memiliki berat 50 kilogram lebih. Batu tersebut dipercaya warga sekitar sebagai tempat pijakan wudhu Sayyid Jafar Shodiq atau Sunan Kudus.

Marbot Masjid Al Karomah, Asrori (64) menambahkan, batu tersebut tempat pijakan Sunan Kudus usai mengambil air wudu dari sumur.

"Buat injakan (Sunan Kudus) setelah dari sumur (wudu)," jelas Asrori.

Batu yang diyakini warga bekas jejak kaki Sunan Kudus di Masjid Al Karomah Demak, Jumat (31/7/2020).Batu yang diyakini warga berbekas jejak kaki Sunan Kudus di Masjid Al Karomah Demak, Jumat (31/7/2020). (Mochamad Saifudin/detikcom)

Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Museum Glagah Wangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, Ahmad Widodo menjelaskan belum diketahui persis kapan Masjid Al Karomah dibangun. Menurutnya, tak ada juga catatan tentang jejak kaki siapa yang ada pada batu di masjid itu.

Masjid Al Karomah, Demak, Kamis (30/7/2020).Masjid Al Karomah, Demak, Kamis (30/7/2020). (Mochamad Saifudin/detikcom)

"Menurut orang orang tua, itu (jejak) kakinya Sayyid Jafar Shodiq atau Kanjeng Sunan Kudus. Sementara versi kedua, yakni di waktu Kanjeng Sunan Kalijaga naik perahu, pas nyampai di situ beneri salat zuhur. Terus salat di situ. Karena beneri atau barengi," tuturnya.

(sip/sip)