Keraton Yogya Sangsi Soal Klaim Emas Sultan HB II Dijarah Inggris

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 16:02 WIB
Selain Malioboro dan Titik Nol Kilometer, Tugu Pal Putih Yogyakarta menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan.
Ilustrasi Ikon Kota Yogya, Tugu Pal Putih (Foto: Pradito Rida Pertana)

Klaim soal 57 ribu ton harta Raja Yogya HB II dijarah tentara Inggris itu disampaikan oleh seorang bernama Fajar Bagoes Poetranto. Dia mengaku sebagai trah Raja HB II dan menyebut penjarahan itu terjadi pada 1812 saat Perang Sepehi atau dikenal dengan peristiwa Geger Sepehi.

"Kami mengharapkan harta dan benda bersejarah yang dijarah tentara Inggris pada Perang Sepehi tahun 1812 untuk dikembalikan. Barang-barang tersebut merupakan salah satu bagian dari milik Keraton Yogyakarta di masa Raja Sri Sultan Hamengkubuwono II," demikian ditulisnya lalu disampaikan ke sejumlah pihak.

Bagoes mengaku mendengar informasi harta yang dijarah itu sebanyak 57 ribu ton logam emas. Namun, menurutnya surat bukti kepemilikan atau kolateral barang-barang berharga itu pun sudah dirampas.

"Kami meminta agar emas tersebut dikembalikan kepada pihak Keraton atau para keturunan dari Sinuwun Sri Sultan Hamengkubuwono II," ucap Bagoes Poetranto.

Tak hanya emas, menurut Bagoes manuskrip tentang sastra dan budaya keraton yang ditulis Sri Sultan HB II, benda pusaka hingga perhiasan yang dipakai pun juga dirampas.


(ams/mbr)