Kasus COVID-19 di Purworejo Melonjak, Ada Klaster Pasar hingga Polres

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 12:28 WIB
RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo.
Foto: RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo. (Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terus bertambah. Hari ini tercatat ada 21 orang dinyatakan positif COVID-19 yang berasal dari klaster Pasar Suronegaran, Polres dan Dinsos.

Angka kasus positif COVID-19 di Purworejo terus merangkak naik. Pada hari Senin (27/7) muncul 10 orang terkonfirmasi positif. Hari ini, Selasa (28/7/2020), kasus terkonfirmasi positif COVID-19 kembali bertambah signifikan yakni sebanyak 21 orang.

"Kemarin ada penambahan 10 kasus terkonfirmasi positif dan hari ini ada penambahan lagi sebanyak 21 orang, sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sejak pertama kali ditemukan di Purworejo sampai dengan hari ini mencapai 152 orang," kata Jubir Protokol COVID-19 Purworejo, Tolkha Amaruddin ketika dihubungi detikcom, Selasa (28/7/2020).

"Selain itu, ada 2 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 meninggal dunia di RSUD dr Tjitrowardojo. Yang pertama perempuan berusia 65 tahun, tercatat sebagai warga Kulon Progo namun sudah lama tinggal di Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo. Yang kedua seorang laki-laki berusia 54 tahun warga Desa Sambeng Kecamatan Bayan," lanjutnya.

Dijelaskan, penambahan 21 kasus positif pada hari ini sebagian berasal dari sejumlah klaster yang sudah ada yaitu 14 orang dari klaster Pasar Suronegaran, 5 orang dari klaster Polres dan 4 orang dari Dinas Sosial.

"Yang jumlahnya agak banyak dari klaster Pasar Suronegaran yaitu 14 orang, kemudian 5 orang dari klaster Polres dan 4 orang dari klaster Dinsos," jelasnya.

Dari jumlah total sebanyak 152 kasus positif di Purworejo, 77 telah dinyatakan sembuh, dua orang meninggal, empat orang dirawat dan 69 orang menjalani isolasi mandiri.

"Menghadapi lonjakan kasus tersebut, Pemkab sedang mempersiapkan aturan baru. Namun yang sekarang harus dilakukan masyarakat antara lain dengan memperketat protokol kesehatan," kata Tolkha Amaruddin.

(mbr/sip)