Brrrr! Suhu di Desa Teratas Gunung Merapi Turun Sampai 16 Derajat Celsius

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 10:31 WIB
Puncak Gunung Merapi di foto dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (28/7/2020).
Foto: Puncak Gunung Merapi di foto dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (28/7/2020). (Dok Jainu)
Klaten -

Warga di kawasan pedesaan puncak Gunung Merapi di Klaten merasakan suhu udara yang semakin dingin. Suhu udara di wilayah tersebut saat lepas tengah malam bisa mencapai 16 derajat Celcius.

"Sudah sekitar 3-4 hari ini udara mulai dingin sekali. Lepas tengah malam suhunya bisa antara 16-17 derajat Celcius," ungkap Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kemalang, Klaten, Jainu saat dihubungi detikcom, Selasa (28/7/2020).

Jainu mengatakan suhu udara di desanya yang merupakan desa teratas Gunung Merapi wilayah Klaten itu mulai terasa sangat dingin biasanya lepas tengah malam. Dampaknya, kata Jainu, warga enggan keluar rumah.

"Ya warga mengurangi aktivitas keluar rumah. Di rumah juga harus siap selimut atau kayu bakar untuk perapian," sambung Jainu.

Lebih lanjut, menurut Jainu, dampaknya kegiatan warga memantau aktivitas Gunung Merapi juga berkurang. Namun tetap ada warga yang berjaga keluar rumah.

"Tetap ada yang memantau keluar rumah. Cuma tidak sebanyak sebelumnya," kata Jainu.

Datangnya udara dingin, terang Jainu, sudah hal biasa bagi warga jika masuk musim kemarau. Namun tidak pernah sampai ada embun salju atau embun Upas.

"Sudah biasa kalau masuk kemarau mangsa sepisan (hitungan pranatamangsa Jawa). Hanya ini bersamaan dengan kewaspadaan pada aktivitas Gunung Merapi," tutur Jainu.

Dari sisi cuaca, sambung Jainu, kawasan puncak Gunung Merapi cenderung cerah setiap hari. Jarang ada kabut jika pagi sampai sore.

"Dan Merapi juga tidak ada aktivitas menonjol. Mendung juga tidak ada kiriman lagi," pungkas Jainu.

Tonton video 'BMKG: 64% Wilayah di Indonesia Memasuki Musim Kemarau':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2