Berkaca dari Dimas, Wabup Rembang Perintahkan Ini ke Semua Sekolah

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 17:54 WIB
Dimas siswa SMPN 1 Rembang tetap sekolah karena tak punya gawai
Foto: Dimas siswa SMPN 1 Rembang tetap sekolah karena tak punya gawai (Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Kisah Dimas Ibnu Alias, siswa kelas 7 SMPN 1 Rembang menjadi atensi soal pembelajaran daring selama pandemi virus Corona atau COVID-19. Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto memberikan sejumlah instruksi ke semua sekolah di Rembang.

"Jadi berdasarkan kondisi Dimas ini, kami meminta agar seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Rembang untuk segera melakukan pemetaan kondisi masing-masing," kata Bayu di sela kunjungannya di rumah Dimas, Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, Rembang, Jumat (24/7/2020).

"Sekolah juga harus bisa menentukan langkah di tengah kebijakan PJJ (pembelajaran jarak jauh) akibat pandemi ini," sambungnya.

Bayu mengatakan ada tiga opsi yang bisa dilakukan pihak sekolah terkait sekolah di masa pandemi. Pertama mengikuti instruksi pemerintah pusat para siswa belajar daring selama masa pandemi COVID-19.

Jika ada siswa yang memiliki keterbatasan sekolah daring, pihak sekolah diminta membagikan modul bagi siswa setiap harinya. Materi modul itu disesuaikan setiap mata pelajaran. Selain itu, sekolah juga didorong untuk melakukan pembelajaran jarak jauh via siaran radio.

"Jadi ada tiga metode PJJ, yang bisa dilakukan sekolah. Sekolah harus tahu kondisi siswanya. Khusus SMPN 1 Rembang, sesuai penjelasan kepala sekolah tadi, karena Dimas sudah dapat HP ini, jadi bisa mengikuti metode daring," paparnya.

Untuk kasus Dimas, pihaknya sudah mengusulkan agar mendapat beasiswa program Indonesia pintar (PIP). Dimas juga sudah mendapatkan bantuan smartphone beserta kuota dari kantong pribadinya.

"Juga sudah saya sampaikan ke Dinas terkait, untuk menindaklanjuti hal ini. Karena PIP ini teknisnya setahun dua kali, sistem jangka panjangnya ini," katanya.