Yang Masih Jadi Misteri dari Sadisnya Pasangan Kekasih Habisi 2 ABG

Sukma Indah Permana - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 15:39 WIB
Sepasang kekasih pembunuh sadis ABG di Pekalongan
Foto: Sepasang kekasih sadis yang habisi nyawa dua ABG di Kota Pekalongan. (Robby Bernardi/detikcom)
Yogyakarta -

Sepasang kekasih yang masih berusia remaja, KN (17) dan S (16) menghabisi dua orang yang juga masih ABG di Kota Pekalongan. Masih menyelidiki kasus ini, polisi berusaha mengungkap detail dua pembunuhan sadis itu.

Kasus ini terungkap usai mayat korban A (17) ditemukan di Bantaran Sungai Klego, Kota Pekalongan pada Kamis (16/7) pagi. Dari hasil autopsi, ada 11 luka tusuk pada tubuh korban.

Pasangan kekasih yang sudah jadi tersangka itu kemudian ditangkap pada malam di hari yang sama di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan.

Polisi menyebut keduanya tega membunuh A karena ingin menguasai motor korban untuk biaya pernikahan. Selain itu terungkap tersangka S lah yang memilih lokasi pembunuhan.

"S berperan ikut mengarahkan tempat eksekusinya," ujar Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Ahmad Sugeng saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/7).

Namun, polisi belum mengungkap detail kapan A yang merupakan teman SMP KN itu dihabisi. Selain itu, polisi juga belum mengungkap detail soal modus kedua tersangka saat pergi dengan korban hingga pembunuhan itu terjadi.

Pembunuhan sadis ABG di Pekalongan, Jumat (17/7/2020).Jumpa pers kasus pembunuhan sadis ABG di Kota Pekalongan, Jumat (17/7/2020). (Robby Bernardi/detikcom)

Dua hari berselang, polisi mengungkap pasangan kekasih itu juga terlibat dalam pembunuhan seorang remaja lainnya yang berinisial SR (14). Mayat SR lebih dulu ditemukan pada Jumat (24/4).

Meski sudah memberi konfirmasi atas pengakuan KN dan S, polisi belum mengungkap detail fakta yang terungkap dari pemeriksaan tersangka. Termasuk soal kapan, bagaimana, dan di mana SR dihabisi. Selain itu, polisi juga belum mengungkap detail motif di balik aksi sadis pasangan itu terhadap SR.

"Kalau dalam pengakuan di BAP ada (pengakuan pembunuhan)," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Ahmad Sugeng kepada detikcom, Senin (20/7).

"Iya dua-duanya (mengaku)," kata Ahmad.

(sip/rih)