Pilu Pekerja Sosial Ini Kuburkan Mr X yang Ternyata Anaknya Sendiri

Robby Bernardi - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 22:31 WIB
Pekerja sosial Antariksa (45) yang ternyata telah kuburkan jenazah anaknya sendiri
Foto: Pekerja sosial Antariksa (45) yang ternyata telah kuburkan jenazah anaknya sendiri. (Robby/detikcom)
Pekalongan -

Antariksa (48) tak pernah menyangka jika anaknya yang hilang ternyata telah dia kuburkan sebagai jenazah tak dikenal. Tatapannya menerawang sambil meraba nisan putranya. Warga Setono, Pekalongan Timur, ini merupakan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) di bawah Dinas Sosial Kota Pekalongan.

Antarika atau Pak Nanang sapaannya, bercerita putranya S (14) pergi dengan motornya. Anak keempatnya itu terakhir dia lihat pada 18 April 2020.

"Saya terus mencarinya, malah sering dibantu Pak Babin dan Pak Babinsa, saya sering ditemani mereka," kata Nanang saat ditemui detikcom di rumahnya, Sabtu (18/7/2020).

Sehari usai anaknya pergi tanpa kabar, Nanang mendapatkan kabar putranya itu pergi dengan KN, remaja bertato tersangka pembunuhan temannya di Pekalongan. Kala itu, KN mengaku sempat pergi bersama Surya menuju Batang. Namun, kala itu KN mengaku Surya pergi duluan.

"Kebetulan saya kenal simbahnya. Saya datangi ke rumah Niko (panggilan KN). Ketemu anaknya. Saya tanya ke mana anak saya," katanya.

"Padahal selama ini, anak saya tidak pernah menginap ke rumah orang lain. Tapi, saya tetap cari ke Bandar. Diantar Pak Babin dan Pak Babinsa. Hasilnya nihil, tidak ada petunjuk," kenang Nanang.

Kala itu, dia tak menaruh curiga karena percaya keterangan KN. Nanang mengaku tetap mencari anaknya yang hilang tanpa ketemu.

"Terus saya cari-cari anak saya. Hasilnya nihil juga. Banyak orang yang curiga dengan KN. Anak yang bertato itu. Tapi saya pasrahkan pada Gusti Allah," jelasnya.

Sekitar sepekan setelah Surya menghilang, Nanang lalu mendapatkan laporan penemuan mayat anak punk tanpa identitas. Kondisi wajahnya rusak dan sudah membusuk saat ditemukan di bekas gudang mobil di Pekalongan Timur, Jumat (24/4) lalu.

"Saat itu, saya hanya melakukan tugas seperti biasa. Memang saya membatin, tingginya seperti anak saya yang belum pulang ke rumah sejak tanggal 18 April. Mukanya sudah tidak dikenali lagi karena wajahnya rusak mengelupas penuh belatung," kata Nanang.

Saat memulasara mayat tanpa identitas itu, Nanang mengaku terus teringat anaknya S. Nanang menyebut wajah anak itu sulit dikenali, namun tingginya sama dengan S.

"Saya yang memakamkan. Hanya saja saya terus berdoa untuk mayat itu. Bahkan, biasanya kalau pemakaman mayat tak dikenal hanya diberi nisan dari bambu biasa, saya belikan batu nisan. Begitu spesialnya saya berdoa untuk mayat itu. Nisan saya tulis mister x, agar suatu saat orang tua mencarinya mudah ditandai," kenang Nanang.

Selanjutnya
Halaman
1 2