Pacar ABG Bertato Jadi Tersangka Kedua Pembunuhan di Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 21:17 WIB
Proses evakuasi ABG yang ditemukan bersimbah darah di bantaran sungai Kota Pekalongan
Foto: Proses evakuasi ABG yang ditemukan bersimbah darah di bantaran sungai Kota Pekalongan (Robby/detikcom)
Pekalongan -

Polisi menetapkan pacar KN (17), S (16) sebagai tersangka kedua pembunuhan remaja yang ditemukan bersimbah darah di bantaran sungai Kota Pekalongan. Apa perannya?

"Ya kita tetapkan satu lagi (tersangka)," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Ahmad Sugeng saat dimintai konfirmasi detikcom via telepon, Sabtu (18/7/2020).

Dari penyelidikan polisi, S ternyata berperan memilih lokasi pembunuhan remaja berinisal A (17). Hingga akhirnya A ditemukan bersimbah darah dengan belasan luka tusukan pada Kamis (16/7) pagi.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan. S berperan ikut mengarahkan tempat eksekusinya," terangnya.

Dengan penambahan satu tersangka ini, total kasus pembunuhan remaja asal Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan menjadi dua tersangka. Keduanya yakni KN (17) dan S (16).

"Untuk tersangka kedua ini, dijerat dengan pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman 10 tahun," terang Sugeng.

Sebelumnya, polisi menetapkan KN sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. KN terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dari keterangan keluarga, korban sempat pamit pergi dengan KN dan S sehari sebelum ditemukan tewas. Ketiganya pergi berbonceng tiga dengan motor korban.

Remaja bertato di wajahnya itu dan kekasihnya ditangkap di Stadion Hoegeng Kraton Pekalongan, Kamis (16/7) tengah malam. Keduanya ditangkap dengan barang bukti motor korban.

Motor korban itu ternyata sempat ditawarkan KN di grup-jual beli Facebook seharga Rp 4,5 juta. KN mengaku mengincar motor korban untuk foya-foya dan menikahi S.

"(Korban) Teman SMP, karena pengin motor untuk dijual. Untuk hura-hura, dan menikah," kata KN yang terus menunduk saat jumpa pers di Mapolres Pekalongan Kota kemarin.

(ams/ams)