1 Pedagang Positif COVID-19, Pasar di Bantul Ini Tutup Sementara

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 21:51 WIB
Poster
Ilustrasi. Foto: Edi Wahyono
Bantul -

Pasar Bantengan di Desa Wonocatur, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY ditutup mulai Kamis (16/7) hari ini hingga tanggal 18 Juli mendatang. Hal itu karena salah seorang pedagang di pasar tersebut positif COVID-19.

Camat Banguntapan, Fauzan Muarifin membenarkan hal tersebut. Dia menyebut seorang pedagang itu sebelumnya mengikuti rapid test massal pekan lalu dan hasilnya reaktif. Karena itu, pedagang tersebut harus menjalani swab test.

"Ternyata hasil dari swab test itu positif (COVID-19), jadi ada satu pedagang di Pasar Bantengan yang positif," kata Fauzan saat dihubungi wartawan, Kamis (16/7/2020).

Atas temuan tersebut, maka untuk sementara waktu Pasar Bantengan harus tutup. Menurutnya, penutupan pasar dilakukan karena akan dilakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya sterilisasi.

"Jadi (Pasar Bantengan) tutup sementara karena harus disterilisasi dengan disinfektan," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih menyebut jika ada tambahan 9 kasus positif COVID-19 pada Rabu (15/7). Di mana salah satu pasien merupakan hasil dari rapid test massal di salah satu pasar yang ada di Bantul.

"Untuk hari ini ada penambahan 9 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY. Sehingga jumlah kasus positif (COVID-19) di DIY tetap sebanyak 396 kasus," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih melalui keterangan tertulis, Rabu (15/7) kemarin.

Berty melanjutkan, tambahan 9 kasus positif COVID-19 itu adalah pasien Kasus 391, perempuan 30 tahun warga Sleman; Kasus 392, perempuan 40 tahun warga Bantul; Kasus 393, perempuan 42 tahun warga Bantul; dan Kasus 394, laki-laki 27 tahun warga Bantul.

"Kasus 391 riwayat dari Madura, kasus 392 merupakan hasil dari rapid test massal pasar di Bantul, kasus 393 skrining Dinkes Bantul dan dari Solo dan kasus 394 adalah hasil skrining Dinkes Bantul," ujarnya.

Sedangkan 5 pasien lainnya adalah Kasus 395, laki-laki 77 tahun warga Kota Yogyakarta; Kasus 396, laki-laki 36 tahun warga Bantul; Kasus 397, perempuan 32 tahun warga Kulon Progo; Kasus 398, laki-laki 1 tahun warga Kulon Progo; dan Kasus 399, laki-laki 26 tahun warga Kulon Progo.

(rih/mbr)