Kasus COVID-19 di Boyolali Tambah 32, 15 di Antaranya Klaster Lamaran

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 19:20 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Kamis (16/7/2020).
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Kamis (16/7/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kasus COVID-19 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah masih terus bertambah dan bahkan jumlahnya melonjak cukup signifikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, merilis hari ini terdapat tambahan 32 kasus positif, 15 di antaranya berasal dari klaster lamaran.

"Hari ini kami menyampaikan kabar yang kurang menggembirakan, karena hari ini ada notifikasi kasus positif (COVID-19) sejumlah 32 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, dalam keterangan pers di kantornya, Jalan Pandanaran, Kamis (16/7/2020).

Ini merupakan tambahan kasus terbanyak sejak awal pandemi COVID-19 di Boyolali. Dari 32 tambahan kasus baru tersebut, tersebar di berbagai daerah di Boyolali. Setidaknya ada tiga klaster yang mewarnai penambahan kasus hari ini.

"Pertama, dari klaster lamaran di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel. Dari klaster lamaran ini ada 15 kasus yang positif," jelas Lina, sapaan akrabnya.

Klaster lamaran ini tertular dari kontak erat pasien inisial TN. Dikemukakan dia, TN yang bekerja di Semarang itu pulang karena anaknya mau dilamar.

"Saat itu yang bersangkutan (TN) itu sebenarnya kerjanya di Semarang. Kemudian pulang ke Gondangslamet untuk menghadiri acara lamaran dan saat itulah berkumpulah banyak orang. Dia di rumah selama satu bulan," paparnya.

Saat kembali ke Semarang, dilakukan pemeriksaan swab ternyata hasilnya positif. Dinkes Boyolali yang mendapat pemberitahun kemudian melakukan tracing dan teridentifikasi kurang lebih 30-an kontak erat.

"Saat itu yang sudah dilakukan pemeriksaan swab di Boyolali ada 18 orang dan hasilnya 15 positif, 3 negatif," kata Lina.

Kedua, lanjut dia, yakni dari klater merti desa atau bersih desa di Desa Kalangan, Kecamatan Klego. Dari klaster ini terdapat 6 kasus yang hasil pemeriksaan swabnya dinyatakan positif terpapar COVID-19.

"Ada salah satu warga yang ternyata setelah diidentifikasi ini merupakan kasus positif dari wilayah Kota Semarang. Dia warga Kalangan namun kerja di Semarang. Saat merti desa dia pulang. Saat kita lakukan identifikasi kontak erat, ini ada 37 orang yang kita lakukan pemeriksaan swab dan hasilnya yang 6 positif, dan 31 lainnya negatif," imbuhnya.

Tambahan kasus baru lainnya dari klaster Desa Sawahan, Ngemplak terdapat tambahan dua kasus positif. Mereka merupakan kontak erat dari pasien inisial DS, warga setempat. Dari 5 kontak erat, dua yang positif.

Selanjutnya
Halaman
1 2