Persetubuhan Anak di Banyumas Terungkap, Psikolog Soroti Kontrol Ortu

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 18:55 WIB
poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Yogyakarta -

Polresta Banyumas, Jawa Tengah, mengamankan pelaku persetubuhan anak di bawah umur yang berusia 15 tahun. Terungkap fakta anak itu bahkan menyewa hotel melati untuk melakukan persetubuhan.

Dosen Psikologi Prodi Kedokteran Universitas Negeri Solo (UNS) Rafika Nur Kusumawati, S.Psi, MA menyebut orang tua (ortu) memegang peranan kunci dalam kontrol maupun pengawasan kepada anak. Selain itu, Rafika juga menyinggung penggunaan internet bagai dua mata pisau untuk mengakses informasi.

"Ada banyak faktor pasti (pertama) dari orang tua. Kontrol ortu seperti apa kok bisa menginap, artinya kalau zaman kita dulu jam segini harus pulang, kalau tidak menginap kok dibiarkan, artinya ada akses motor, cari hotel dan sebagainya," kata Rafika saat dihubungi via telepon, Kamis (16/7/2020).

Dari kasus persetubuhan anak itu, diduga pelaku sudah memiliki rencana sebelumnya. Sebab, anak itu sudah bisa memprediksi lokasi sewa hotel, hingga harus berbuat apa.

"Dia sudah teredukasi untuk mengetahui kalau seumpamanya mau berduaan sama pacar saya di tempat sepi, mereka juga sudah searching mana hotel yang bisa menampung saya. Motivasi seksual dan mereka mencari sesuatu untuk mencari kepuasan, sudah merencanakan artinya tahu apa yang harus dilakukan, ini bukan step awal mungkin mereka sudah melakukan apa sebelumnya," terang Rafika.

Di sisi lain, dia menyinggung soal kontrol dari pihak hotel. Di masa pandemi virus Corona atau COVID-19 menurutnya bisa dimaklumi jika pihak hotel menurunkan standar pengawasan mereka.

"Kemudian dari lingkungan sekitar, artinya itu hotelnya. Kita juga tahu sendiri sekarang bisnis perhotelan belakangan menurun drastis artinya mereka juga membutuhkan finansial untuk memenuhi kebutuhan, ya sudah kita turunkan untuk standar. Artinya kita tidak bisa menyalahkan satu pihak, ini mata rantainya berkaitan," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2