Kapasitas RPH Minim, Pemkab Bantul Atur soal Potong Hewan Kurban

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 15:26 WIB
Pemeriksaan hewan kurban di Brebes, Selasa (30/6/2020).
Ilustrasi. Pemeriksaan hewan kurban di Brebes, Selasa (30/6/2020). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Bantul -

Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut minimnya kapasitas rumah pemotongan hewan (RPH) di wilayahnya diperkirakan akan membuat kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebar ke sejumlah titik. Karena itu, DPPKP menyiapkan 200 petugas untuk memantau penyembelihan hewan kurban di luar RPH.

"Untuk RPH di Bantul hanya 1 dengan kapasitas 10 sampai 12 ekor saja. Karena keterbatasan itu, besok (saat penyembelihan hewan kurban) akan banyak yang di luar RPH," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPKP Bantul, Joko Waluyo saat dihubungi detikcom, Rabu (15/7/2020).

Joko menyebut jumlah tempat penyembelihan hewan kurban di luar RPH kemungkinan mencapai ribuan. Hal itu mengacu dari data tahun 2019, di mana terdapat sekitar 2 ribu tempat penyembelihan dengan jumlah hewan ternak mencapai 21 ribu ekor.

"Jadi saya yakin nanti di tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu, kemarin kan 21 ribu ekor (hewan kurban yang disembelih) dan tempatnya (menyembelih) ada sekitar 2 ribu. Mungkin tahun ini kalau turun paling sekitar 10 persen," ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Bantul telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.180/02683 tentang Pelaksanaan Ibadah Salat Idul Adha dan Kegiatan Kurban 1441 H/2020 M dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Coronavirus Desiase 2019 (COVID-19). Di mana salah satu aturan untuk menyembelih hewan kurban di luar RPH mengatur soal jumlah orang yang terlibat.

"Untuk setiap lokasi pemotongan kurban di luar RPH dibatasi maksimal 40 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

"Tempat yang akan jadi lokasi pemotongan hewan kami minta untuk lapor dan saat ini tercatat sudah ada ratusan lebih laporan yang masuk," imbuh Joko.

Selain itu, untuk memastikan penyembelihan hewan kurban sesuai menerapkan protokol kesehatan pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat. Di mana pengawasan itu melibatkan ratusan petugas.

"Karena banyak yang di luar RPH, kami jelas lakukan pengawasan lebih ketat. Kami akan terjunkan 200 petugas yang akan mengawasi di masing-masing tempat pemotongan (hewan kurban di luar RPH)," ujarnya.

Tonton video 'MUI Terbitkan Pedoman Penyembelihan Kurban di Masa Pandemi':

(rih/sip)