Boyolali Zona Merah Corona, Tes Swab Ditingkatkan 5 Kali Lipat Per Hari

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 20:53 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina saat jumpa pers di kantornya, Jl Pandanaran, Boyolali
Foto: Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina saat jumpa pers di kantornya, Selasa (14/7/2020) (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kabupaten Boyolali kini menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali bakal melakukan tes swab masif untuk memastikan kontak erat pasien positif Corona.

"Kami juga akan meningkatkan kapasitas pemeriksaan swab tenggorokan di Rumah Sakit Darurat (COVID-19 Boyolali), dari biasanya 30-an menjadi 150 per hari. Yang harapannya kita akan menjaring semakin banyak kontak erat," kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Selasa (14/7/2020).

Lina, sapaan karibnya, berharap dengan tes swab masif ini pihaknya bisa menjaring kontak erat kasus positif Corona di wilayahnya. Dia berharap semakin cepat terdeteksi maka penanganan bisa semakin efektif.

"Jadi kalau terdeteksi ada yang positif itu akan kita karantina secepat-cepatnya. Sehingga yang bersangkutan jangan sampai menjadi sumber penularan di lingkungannya maupun masyarakat di Kabupaten Boyolali," ujar Lina.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Boyolali, Masruri mengaku meningkatnya kasus Corona di wilayahnya dari hasil tracing pasien positif Corona. Masruri menyebut pihaknya juga bakal mengurangi rapid test dan mengintensifkan tes swab.

Selanjutnya
Halaman
1 2