PP Muhammadiyah Ingatkan Polri Hati-hati soal Terduga Teroris Meninggal

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 14:56 WIB
Busyro Muqoddas
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Majelis Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas (Foto: Istimewa)
Yogyakarta -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah masih mempertimbangkan untuk memberikan pendampingan hukum bagi keluarga Muhammad Jihad Ikhsan (22), pemuda yang ditangkap Densus 88 Antiteror dan meninggal dunia dengan dua luka tembak. Meski begitu, PP Muhammadiyah mengingatkan Polri untuk bekerja profesional dan ekstra hati-hati.

"Sangat mungkin (memberi advokasi) karena itu masuk kasus publik yang melibatkan aparat Polri dengan korban umat yang harusnya Polri sudah harus ekstra hati-hati, profesional dan lebih peka terhadap kasus yang super sensitif, yang selalu menelan korban umat Islam tanpa proses peradilan yang fair," kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Majelis Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (13/7/2020).

Busyro menjelaskan saat ini pihaknya belum memberikan advokasi karena masih fokus terhadap beberapa kasus lainnya. Salah satunya seperti kasus meninggalnya Qidam Al-Fariski Mofance di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

"Belum memberikan advokasi, karena masih advokasi rakyat untuk keadilan tambang dan keamanan rakyat serta tewasnya Qidam di Poso," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Jihad Ikhsan (22) ditangkap di kawasan Cemani, Sukoharjo pada Jumat (10/7) sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam penangkapan itu, dia ditembak karena disebut akan melarikan diri dan melawan polisi.

Pihak keluarga mendapatkan keterangan dari polisi bahwa Ikhsan mengalami luka tembak di dua tempat, yaitu paha kanan dan perut. Luka di perut itulah yang diduga menyebabkan Ikhsan meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2020) petang.

"Dia kan hanya naik sepeda ontel, seharusnya bisa ditangkap tanpa luka. Kalau pun ada tembakan, sifatnya hanya melumpuhkan, tapi bukan mematikan. Ini mungkin tembakan di perut yang menyebabkan kematian," ujar pendamping keluarga Ikhsan, Endro Sudarsono.

Tonton video 'Kasus Terorisme, Densus Geledah Gudang Ekspedisi di Surabaya':

Selanjutnya
Halaman
1 2