Pemuda Sukoharjo Tewas Usai Ditangkap Densus, Ayah: Anak Saya Salah Apa?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 14:57 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah. Foto: Thinkstock
Sukoharjo -

Kagetnya Kemis saat didatangi ketua RT, perangkat desa hingga kepolisian, Jumat (10/7) petang. Mereka mengabarkan bahwa anak Kemis, Muhammad Jihad Ikhsan (22) telah ditangkap Densus 88 Antiteror.

"Saya terkejut sudah banyak orang di depan rumah. Katanya anak saya ditangkap. Saya tanya, apa salah anak saya?" kata Kemis saat dihubungi detikcom, Minggu (12/7/2020).

Petugas pun menjelaskan bahwa anaknya diduga terlibat penyerangan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni di Cemoro Kandang, Tawangmangu, 21 Juni 2020 lalu. Kemis masih tak percaya anaknya terlibat aksi terorisme.

"Katanya terkait kasus Cemoro Kandang. Kok tersangkut itu? Kok bisa?" tanya Kemis kepada petugas saat itu.

Dia pun mempersilakan petugas menggeledah rumah kontrakannya di Ngruki RT 01 RW 16, Cemani, Sukoharjo. Saking bingungnya, dia tidak sempat menanyakan kabar anaknya.

"Saya nggak sempet tanya, anaknya hidup atau mati, karena tiba-tiba sudah banyak orang di rumah," ujarnya.

Menurutnya, keseharian Ikhsan di rumah tidak menunjukkan keanehan. Namun dia mengaku tidak tahu kegiatan Ikhsan saat di luar rumah.

"Kegiatan di luar memang saya tidak mengontrol. Karena saya kerja biasanya dari jam 8 pagi sampai 10 malam," kata dia.

Sabtu (11/7) malam, dia kembali didatangi petugas yang mengabarkan anaknya telah meninggal dunia. Namun dia tidak diberi tahu penyebab anaknya meninggal.

Saat ini Kemis masih mengurus pemulangan jenazah Ikhsan di Semarang. Sebelum meninggalkan, Ikhsan sempat dirawat di RS Bhayangkara lalu dirujuk ke RSUP dr Kariadi.

Diberitakan sebelumnya, pemuda terduga teroris yang ditangkap di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (10/7) lalu, meninggal di RSUP dr Kariadi, Semarang. Jenazah pemuda berinisial MJI (22) atau Ikhsan itu rencananya akan dimakamkan hari ini.

Saat ini keluarga tengah menjemput jenazah Ikhsan di Semarang. Setelah jenazah dipulangkan ke rumah duka, Ngruki RT 01 RW 16, Cemani, Grogol, Sukoharjo, jenazah disalatkan terlebih dahulu. Jenazah lalu langsung dimakamkan di TPU Muslim, Polokarto, Sukoharjo.

"Ini saya dengan ayahnya sedang berada di Semarang mengurus pemulangan jenazah. Rencana dimakamkan hari ini langsung," kata pendamping keluarga, Endro Sudarsono saat dihubungi detikcom, Minggu (12/7/2020).

Endro mengaku juga mendengar kabar adanya penembakan terhadap Ikhsan saat ditangkap. Pihaknya meminta kepolisian agar memberi penjelasan.

"Kabarnya memang ada penembakan. Makanya kita meminta penjelasan kepolisian, proses penangkapannya seperti apa, mengapa harus ditembak? Kalau pun ditembak, biasanya hanya sekadar untuk melumpuhkan. Apakah kematiannya terkait itu?" ujar Endro.

Tonton video 'Kasus Terorisme, Densus Geledah Gudang Ekspedisi di Surabaya':

Selanjutnya, Mabes Polri memberikan penjelasan terkait tewasnya Ikhsan....

Selanjutnya
Halaman
1 2