Kasmini, Nenek Perkasa dari Klaten yang Telah 31 Tahun Jadi Penambal Ban

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 15:38 WIB
Mbah Kasmini, nenek penambal ban di Klaten
Mbah Kasmini, nenek penambal ban di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Kasmini (64) warga Dusun Kali Tengah, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Klaten tak malu melakoni pekerjaan sebagai tukang tambal ban sepeda motor. Ibu tiga anak dan nenek 5 cucu ini menekuni profesinya sejak 31 tahun yang lalu.

"Saya mulai nambal ban sejak tahun 1989 atau 31 tahun. Awalnya suami saya yang nambal lalu saya belajar dan jika suami saya pergi, saya yang nambal," ungkap Kasmini ditemui detikcom di tepi Jalan Delanggu-Juwiring, Dusun Pacaran, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Sabtu (11/7/2020) siang.

Menurut Kasmini, bengkel tambal ban suaminya awalnya adalah bengkel sepeda kayuh. Namun sejak sepeda motor mulai marak, berganti menambal sepeda motor. "Sejak motor mulai banyak lebih banyak menambal ban sepeda motor. Dulu ongkos tambal ban hanya Rp 400 dan kini sudah Rp 10.000," lanjut Kasmini.

Tonton juga 'Tukang Tambal Cantik di Garut Goes Viral':

[Gambas:Video 20detik]

Dikatakan Kasmini, di awal belajar memang sulit tetapi karena terbiasa menjadi mudah. Namun itu juga tidak mesti mudah jika jenis ban beda. "Ada yang mudah dan ada yang susah tergantung jenis ban. Kita kan juga pakai teori jadi belajar pelan-pelan," jelasnya.

Puncaknya, lanjut Kasmini saat tahun 2000 suaminya sakit dan meninggal tahun 2005. Praktis yang meneruskan tambal ban adalah dirinya. "Setelah 2005 saya yang meneruskan usaha. Anak- anak usaha sendiri dan tidak ada yang melanjutkan nambal ban," sambung Kasmini.

Selanjutnya
Halaman
1 2