Sultan HB X Yakin Warga di Lereng Lebih Mengerti Gunung Merapi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 18:38 WIB
Sri Sultan Hamengku Buwono X, Yogyakarta, Kamis (9/7/2020).
Foto: Sri Sultan Hamengku Buwono X, Yogyakarta, Kamis (9/7/2020). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut ada penggembungan pada Gunung Merapi. Terkait hal tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

"Statusnya (Gunung Merapi) kan ndak naik, sama seperti kemarin, waspada," ucap Sultan saat ditemui wartawan di depan Gedhong Pracimosono, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (9/7/2020).

Menyoal aktivitas Merapi beberapa waktu ini, Ngarsa Dalem menyebut hal itu wajar karena Merapi adalah gunung berapi aktif. Namun, dia mengaku aktivitas Merapi kali ini sedikit berbeda karena yang biasanya empat tahun sekali menjadi delapan tahun sekali.

"Jadi kalau saya ya, Merapi itu dulu aktivitasnya kan 4 tahun sekali dan sekarang lebih dari 4 tahun, 8 tahun baru ada aktivitas, kan wis beda, satu. Kedua, biarpun dia (Merapi) punya aktivitas mengeluarkan magma, tapi kan jaraknya terbatas dan tetap di atas," ujarnya.

Terlebih, kata Sultan, selama ini masyarakat di sekitar lereng Merapi tahu betul apa yang harus dilakukan jika Merapi bergejolak. Karena itu, Sultan meminta orang yang tidak tahu Merapi agar tidak menggurui warga di sekitar lereng tersebut.

"Dan selama ini warga masyarakat lereng Merapi tahu persis. Jadi biar kita mengatakan bahaya, masyarakat tahu persis. Selama tidak ada hewan yang akan mengungsi, tak akan ada lava turun, mereka juga tahu itu," ucapnya.

"Jadi tidak usah ada campign masalah bencana di Merapi karena mereka sudah tahu dan tidak usah diajari. Apalagi yang ngajari orang kota ndak ngerti, dia (warga lereng Merapi) yang lebih ngerti, jadi tidak usah khawatir," lanjut Ngarsa Dalem.

Selanjutnya
Halaman
1 2