Ini yang Beda di Upacara Wisuda Akmil di Masa Pandemi Corona

Eko Susanto - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 20:55 WIB
Upacara penutupan pendidikan Akmil Magelang
Foto: Upacara penutupan pendidikan Akmil Magelang, Senin (6/7/2020). (Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Suasana berbeda tampak di upacara penutupan pendidikan dan wisuda sarjana taruna Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah hari ini. Para peserta upacara tampak memakai masker dan mengalungkan penghargaannya sendiri.

Pantauan di lokasi, Senin (7/6/2020), para peserta upacara tampak memakai masker dan saling berjarak. Dalam upacara Penutupan Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna Akademi Militer Tingkat IV TP 2019/2020 ini ada seorang yang meraih Adhi Makayasa maupun Anindya Wiratama.

Penghargaan Adhi Makayasa diraih Sermatutar Angga Andhika Yudha, Manajemen Pertahanan dari alumni SMA Taruna Nusantara, sedangkan peraih Anindya Wiratama yakni Sermatutar Heny Puspitasari, Administrasi Pertahanan dari alumni SMAN 1 Toroh Grobogan. Keduanya tampak mengalungkan sendiri medali penghargaan mereka disaksikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Hal ini berbeda sebab biasanya para peraih penghargaan ini dikalungkan oleh KSAD. Namun, masa pandemi virus Corona atau COVID-19 protokol kesehatan pun diterapkan.

Tak hanya itu, biasanya saat perwakilan diambil sumpahnya mereka ikut menandatangani berkas pengambilan sumpah. Kali ini, hanya KSAD yang melakukan penandatanganan sumpah. Untuk diketahui jumlah taruna yang diwisuda sebanyak 254 orang, terdiri 234 taruna dan 20 taruni.

"Barusan saya menutup pendidikan, sekaligus mewisuda sarjana 254 Taruna Akademi Militer Tingkat IV. Yang kalau tidak ada perubahan tanggal 16 (Juli) besok, itu mereka akan dilantik sebagai perwira oleh Presiden," kata Andika usai menjadi irup dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna Akademi Militer Tingkat IV TP 2019/2020 di Lapangan Pancasila Kompleks Akmil Magelang, Senin (6/7/2020).

Andika menyebut setelah dilantik pada Kamis (16/7) nantinya para peserta masih harus mengikuti penataran. Kemudian setelah menjalani seluruh proses tersebut, mereka akan ditempatkan ke seluruh Indonesia.

"Mereka setelah dilantik, mereka masih punya utang yaitu penataran intelijen. Kemudian dilanjutkan dengan penataran sebagai pelatih. Masih ada waktu 2 bulan lagi, kemudian setelah itu mereka ditempatkan di seluruh Indonesia," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3