Warga Sebut Terduga Teroris di Semarang Buka Praktik Pengobatan Alternatif

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 15:25 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi (Foto: Rachman Haryanto)
Semarang -

IS, salah seorang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri merupakan warga Semarang. Tetangganya di Purwosari Perbalan, Semarang Utara, menyebut IS membuka praktik pengobatan alternatif.

"Dulu banyak yang datang (berobat), tapi sekarang lebih seringnya panggilan, sering juga ke luar kota," kata salah satu warga, ER saat ditemui detikcom di lokasi, Minggu (5/7/2020).

ER menyebut IS merupakan warga asli di tempat tersebut. Rumah yang dia tinggali milik orang tuanya yang kemudian dibeli kakaknya.

"Memang tertutup, dulu biasa saja. Dia kan temen kakak saya," sambung ER.

Hal senada juga disampaikan tetangga lainnya berinisial JM. JM menyebut biaya pengobatan alternatif yang dipatok IS mulai dari Rp 50 ribu.

"Sudah lama kalau sama warga tarifnya mulai Rp 50 ribu, kalau luar kota bisa sampai Rp 2 juta," terang JM.

Pantauan di rumah IS, ada spanduk pengobatan alternatif yang masih terpasang di tembok. Di spanduk itu tertulis, 'Rumah Sehat Bu Ana Cabang Klinik Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, menerima pengobatan Asma, Stroke, Jantung, Syaraf Kejepit dan Maag Kronis'.

Rumah berpagar hitam itu pun terlihat sepi. Rumput-rumput di pekarangan rumah itu juga tampak meninggi.

Tonton video 'Polri: Penyerang Mapolsek Daha Selatan Lone Wolf':

Selanjutnya
Halaman
1 2