Pria Magelang Ini Mengurung Diri di Kamar Sejak Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 21:10 WIB
Ardian saat menjenguk Suroto yang mengurung diri di kamarnya, Magelang, Jumat (3/7/2020).
Ardian saat menjenguk Suroto yang mengurung diri di kamarnya, Magelang, Jumat (3/7/2020). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Seorang warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terdiam dan mengurung diri di kamar selama hampir 10 tahun. Selama itu, ia tak pernah mandi dan rambutnya gimbal jadi bantal saat tidur.

Warga ini bernama Suroto (40), warga Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Dia sehari-harinya hanya berdiam diri di kamar yang bersebelahan dengan dapur rumahnya.

Suroto setiap hari berada di kamar dengan posisi tidur dan ini sudah dijalani sekitar hampir 10 tahun. Bahkan, selama ini dia hanya memakai sarung saja. Jika ada orang yang datang menjenguknya, Suroto menutup wajahnya dengan tikar maupun sarung. Selain tidak pernah mandi, rambutnya menjadi gimbal dan dijadikan bantal saat tidur.

Dia dulunya hidup normal seperti orang pada umumnya. Namun semenjak terjadi erupsi Merapi tahun 2010, kehidupan berubah. Dia mengurung diri dengan posisi tiduran. Sekalipun demikian, ibunya sering memberikan jatah makan meski kadang 3-4 hari, namun tidak dimakan.

"Suroto ini dulunya normal seperti pada orang pada umumnya. Dia termasuk orang yang mempunyai semangat hidup, semangat bekerja. Penyebab mengurung ini berawal dari tidak sinkron antarkeluarga. Contohnya, Suroto mempunyai impian atau pendapat apa saja terkadang tidak sinkron dengan orang tuanya," ujar saudara Suroto, Sujono, saat ditemui di Dusun Keron, Jumat (3/7/2020).

Saat masih kerja, katanya, uang diberikan kepada ibunya untuk disimpan atau ditabung. Kemudian setelah terkumpul, dia ingin membeli sepeda motor. Saat menanyakan uang tabungan tersebut, disampaikan jika uangnya telah habis untuk hidup sehari-harinya.

"Uang sudah habis dipakai hidup. Mulai saat itu, dia depresi sejak tahun 2003. Kemudian, bergejolak kayak stres, pernah melakukan aksi kriminalitas masuk penjara. Pertamanya mengurung sekitar dua tahun, terus bangun lagi bekerja seperti orang umumnya. Akhirnya, tahun 2010 setelah erupsi Merapi mulai dia tertidur lagi sampai sekarang," ujarnya.

Sujono menyebut, Suroto hanya keluar dari kamar saat akan buang air besar ke WC yang letaknya di sebelah dapur, tak jauh dari kamarnya.

Sujono menambahkan, dari medsos ia mengetahui sosok Ardian Kurniawan Santoso dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang pernah merawat Sukiyah, warga Getasan, Kabupaten Semarang. Kemudian, ia menyampaikan persoalan itu kepada Ardian dan mendapatkan respons menanyakan alamatnya. Setelah itu, Rabu (1/7), Ardian datang ke Dusun Keron, untuk mengetahui kondisi Suroto tersebut.

"Setelah Mas Ardian datang terus memotong rambutnya. Pikiran saya hanya nengok saja, ternyata langsung dimandikan dan ternyata yang bersangkutan mau, tidak marah. Kemudian semuanya diganti dan disalini dari alasnya, sarung, sudah pakai baju, celana. Kemarin-kemarin, cuma pakai baju sama sarung," tuturnya.

Tonton video 'Diduga Depresi Terimpit Ekonomi, Siti Nekat Gantung Diri':

Selanjutnya
Halaman
1 2