Amien Rais Bicara Lagi Soal Reshuffle, Kini Singgung Kriteria Menteri Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 19:30 WIB
Tangkapan layar akun Instagram amienraisofficial, Jumat (3/7/2020).
Foto: Tangkapan layar akun Instagram @amienraisofficial, Jumat (3/7/2020).
Yogyakarta -

Politikus senior Amien Rais berbicara soal kriteria pemimpin. Amien Rais menyinggung kriteria menteri jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle kabinetnya.

Pernyataan Amien Rais itu disampaikannya dalam video yang diunggah akun Instagram @amienraisofficial hari ini.

"Jadi begini, seseorang, siapapun, ketika mendapatkan posisi atau istilah agama, amanat, untuk mengelola sebuah bidang kehidupan apapun kehidupan itu, itu memang tergantung nawaitu-nya (niatnya)," kata Amien Rais memulai pernyataannya dalam video yang diunggah akun Instagram @amienraisofficial seperti dikutip detikcom, Jumat (3/7/2020).

Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan lawan bicara Amien Rais dalam video tersebut, terkait jika Jokowi harus me-reshuffle menteri-menterinya, kriteria menteri bagaimana yang harusnya dipilih.

"Jadi, saya melihat kelemahan dari kabinet Pak Jokowi yang sekarang ini, pada periode keduanya, itu memang banyak menteri-menteri itu, yang saya kira ya, maaf, tidak begitu paham dengan kehidupan rakyat yang kembang kempis, yang betul-betul kehidupannya itu sangat berat," lanjut Amien.

Menurut Amien Rais, sebelum pandemi virus Corona, kondisi rakyat sudah sangat berat. Kemudian Amien menyinggung menteri yang disebutnya kurang mementingkan kepentingan bangsa lebih dulu.

"Mereka itu kan kehidupannya seperti di angkasa luar ya, artinya selalu enak ya. Di zona comfort istilahnya orang sekarang itu, apapun dia bisa lakukan, ke luar negeri berkali-kali, makan enak di restoran-restoran yang mahal, menginap di Five Star Hotel, dan lain-lain. Tiba-tiba direkrut jadi menteri-menteri yang mestinya mementingkan kepentingan bangsanya, rakyatnya terlebih dahulu dari kepentingan dirinya sendiri. Saya lihat itu tidak terjadi," ujarnya.

Amien Rais kemudian bercerita ditemui pedagang yang warungnya tutup dan menyampaikan di kampungnya banyak nasib serupa. Amien juga mengaku bertemu teman dari kadin (kamar dagang dan industri) yang bercerita ada pegawainya yang berniat pinjam uang.

Lalu ada orang yang mau pinjam Rp 1 juta dengan jaminan sepeda motor butut. Kemudian ada orang yang mau pinjam uang Rp 150 ribu untuk beli makan. Amien menyebut banyak menerima keluhan dari masyarakat soal kondisi ekonomi saat Amien blusukan.

"Jadi, nah apakah ini tidak terpantau? karena sepertinya masih santai. Sesungguhnya kan baru sekarang, Pak Jokowi dengan agak marah dan jengkel mengatakan 'tidak punya sense of crisis bagaimana kita ini. Tidak ada perasaan', segala macam. Dia sendiri kan selama ini tidak punya sense of crisis juga. Tapi setelah ini memang angka-angkanya berat sekali," kata Amien.

Selanjutnya
Halaman
1 2