Daun Mulai Berguguran, Hutan Jati di Selatan Klaten Rawan Kebakaran

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 13:49 WIB
Daun-daun pohon di hutan Gunung Pegat, Klaten mulai berguguran
Foto: Daun-daun pohon di hutan Gunung Pegat, Klaten mulai berguguran. (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Relawan peduli api mewaspadai ancaman kebakaran seluas 600 hektare lahan di kawasan hutan wilayah pegunungan selatan Kabupaten Klaten. Terlebih saat ini sudah memasuki musim daun jati berguguran.

"Selama 2019 dalam catatan kami ada enam kali kejadian kebakaran di hutan selatan dengan dua korban jiwa. Enam kejadian itu yang besar, dan yang kecil banyak tapi kita bisa tangani sendiri," kata anggota masyarakat peduli api (MPA) Kecamatan Bayat Wawan Santuri saat dihubungi detikcom, Jumat (3/7/2020).

Wawan mengenang kebakaran di lahan Desa Tegalrejo dan Jotangan, Kecamatan Bayat pada tahun 2019 itu menewaskan dua orang. Penyebab kebakaran itu karena warga membakar semak dan sampah daun.

"Faktor penyebab dari warga sendiri. Sudah diminta keluarga tidak membakar sampah atau pergi ke hutan tapi nekat," terang Wawan.

Wawan menyebut musim daun jati berguguran menjadi salah satu penanda rawan kebakaran. Dalam catatannya Kecamatan Bayat menjadi daerah rawan karena memiliki sejumlah lahan hutan.

"Bayat paling luas, mulai Desa Paseban, Tegalrejo, Krikilan, Kebon, Jotangan, Gunung Gajah, Krakitan dan Talang," terang Wawan.

"Rata-rata tanaman jati sehingga kita mulai waspada musim gugur daun. Jika musim kemarau daun jati rawan terbakar dan ini kita mulai patroli antispasi kebakaran," lanjutnya.

Diwawancara terpisah, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianto menjelaskan luas lahan hutan di wilayah selatan sekitar 600 hektare.

"Dalam catatan rapat bersama Perhutani luas lahan hutan sekitar 600 hektare. Hampir seluruhnya di Kecamatan Bayat," kata Haris saat ditemui detikcom di kantor BPBD, Jalan Sulawesi, Klaten.

Selanjutnya
Halaman
1 2