Makamnya Ada di Pinggir Jalan Solo, Siapakah Mbah Precet?

Kartika Bagus - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 17:01 WIB
Bicara soal makam yang terletak di lokasi tak biasa, ternyata ada juga di Kota Solo. Tepatnya di pinggir jalan kampung Teposanan, Kelurahan Sriwedari, Solo.
Potret Makam Mbah Precet yang Bertabur Bunga di Pinggir Jalan Kampung Solo. (Foto: Kartika Bagus)
Solo -

Sebuah makam terletak di pinggir jalan kampung Kota Solo yang disebut sudah ada sejak puluhan tahun silam ternyata banyak didatangi peziarah. Makam yang disebut Mbah Precet itu diyakini sebagai tokoh yang disegani.

Salah seorang warga yang sempat tinggal di Kampung Teposan pada tahun 1969 hingga 1982, Sutiman Sastro Sarwono (76) bercerita lokasi makam Mbah Precet dulunya kompleks pemakaman umum.

"Bentuknya masih makam semua, SD Impress itu kuburan umum, yang beda ya satu thok Mbah Precet letaknya di luar makam di jalan," kata Sutiman saat ditemui di warung sotonya yang berada tak jauh dari Kampung Teposanan, Kamis (2/7/2020).

"Sejak menempati itu, sekitar tahun 70-an sudah ada di situ lama sekali, tahu-tahu sudah dimakamkan di situ", sambungnya.

Dari cerita yang didengar Sutiman, Mbah Precet merupakan bromocorah atau penjahat. Namun, sosok Mbah Precet ini bak Robin Hood yang mencuri untuk warga sekitar.

"Jadi dia itu pelaku pencurian (maling) untuk kompeni zaman dulu," terangnya.

Hal senada disampaikan istri Sutiman, Saliyanti (69). Saliyanti mengatakan kala itu dia biasa mendapatkan makanan kenduri dari warga yang berdoa di makam Mbah Precet.

"Makanan khusus sesaji (nasi tumpeng), sering ada (orang yang) bagikan (sesaji)," cerita Saliyanti.

Dia menambahkan warga setempat meyakini untuk berziarah dan doa bersama di makam Mbah Precet sebelum menggelar hajatan.

"Kalau tidak ada ritual orang punya hajatan selalu ada halangan, entah makanan nggak matang atau yang lainnya," terangnya.

Makam Mbah Precet ini biasa ramai pada hari Selasa dan Jumat. Biasanya sekitar pukul 21.00 WIB ada orang yang datang untuk berdoa maupun menebar bunga di makam tersebut.

Sutiman Sastro Sarwono dan istrinya Saliyanti yang sempat tinggal di dekat area makam Mbah Precet pada 1969-1982Foto: Sutiman Sastro Sarwono dan istrinya Saliyanti yang sempat tinggal di dekat area makam Mbah Precet pada 1969-1982 (Kartika Bagus/detikcom)

Sebelumnya, Ketua RT 02, RW 002 Kampung Teposan, Sriwedari, Laweyan, Solo, Kardi (46) menyebut lokasi tersebut merupakan bekas area pemakaman. Makam-makam di area tersebut kemudian dipindah ke lokasi lain pada sekitar tahun 1980-an. Hanya satu makam yang akhirnya tidak dipindah, yakni makam Mbah Precet.

"Sesuai pesan terakhir sebelum meninggal, Mbah Precet ingin dimakamkan di sini," tutur Kardi kepada wartawan Selasa (30/6).

tonton video 'Di Solo, Ada Juga Makam di Pinggir Jalan':

(ams/sip)