PPDB Jateng di SMPN 1 Klaten, Pendaftar Ramai-ramai Tetap Datangi Sekolah

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 12:39 WIB
Suasana PPDB di SMPN 1 Klaten, Rabu (1/7/2020).
Foto: Suasana PPDB di SMPN 1 Klaten, Rabu (1/7/2020). (Achmad Syauqi/detikcom)

Pantauan detikcom di SMPN 1 siang ini, para calon siswa datang bersama orang tua. Mereka mengantre di lapangan untuk memasukkan data di posko.

Panitia terus meminta mereka untuk tidak berkerumun. Namun kondisi ramai dan kerumunan tak bisa dihindari.

Salah satu orang tua calon siswa, Iis mengaku datang ke sekolah langsung untuk mendaftar karena ponselnya rusak. Selain itu, dia mengaku tidak paham dengan aplikasi PPDB.

"Mau pinjam (HP) tetangga tidak enak dan belum paham aplikasi yang digunakan itu apa," kata Iis pada detikcom.

Selain itu, suasana di SMPN 3 Klaten juga didatangi para calon pendaftar, namun suasananya tak seramai di SMPN 1 Klaten. Warga yang datang tampak langsung pulang setelah diberi penjelasan oleh panitia.

Suasana PPDB di SMPN 1 Klaten, Rabu (1/7/2020).Foto: Suasana sepinya PPDB di SMPN 1 Delanggu, Rabu (1/7/2020). (Achmad Syauqi/detikcom)

"Ada pendaftar dan orang tua datang karena tak paham. Ada yang datang karena dikira masih harus meng-upload di sekolah dan setelah dijelaskan pulang sehingga tidak ada kerumunan," ungkap ketua 2 PPDB SMPN 3, Rewang Agus Susilo pada detikcom.

Diwawancara terpisah, Kepala SMPN 1 Delanggu Sugiyanto mengatakan tidak ada antrean di sekolahnya. Sebab para pendaftar diberi penjelasan dan brosur soal cara penggunaan aplikasi di posko informasi.

"Posko informasi kita taruh di depan sekolah. Kita berikan penjelasan serta brosur pada warga sehingga paham lalu pulang," ungkap Sugiyanto pada detikcom.

Ketua Komisi 4 DPRD Klaten Edi Sasongko menanggapi kondisi tersebut. Dia mengaku sudah mewanti-wanti agar tidak tak ada kerumunan saat PPDB berlangsung.

"Jangan sampai PPDB malah muncul klaster baru penyebaran virus Corona. Sejak awal kami sudah wanti-wanti hal itu," kata Edi kepada detikcom di gedung DPRD Klaten Jalan Pemuda, siang ini.

Edi mengatakan sudah ada pedoman jelas tentang PPDB yang digelar secara online. Dalam pedoman itu, kata Edi, pendaftaran secara offline tidak diatur.

"Pada bab III pasal 5 pedoman itu sudah sangat jelas diatur tidak melayani offline. Ini harus dipedomani," sambung Edi.

Kecuali bagi calon siswa yang terkendala teknis, kata Edi, bisa dibantu pihak sekolah di posko. Itupun harus tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Saya yakin kok banyak yang punya HP dan siswa SD sekarang juga paham HP," lanjut Edi.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Lasa mengatakan pihaknya telah mendirikan posko terkait PPDB.

"Untuk penerapan protokol kesehatan ya pasti sejak awal sudah kita sosialisasi," kata Lasa.

Halaman

(sip/ams)