Kisah Pilu TKW Sragen Disekap Majikan Tanpa Makan-Minum Air Bak di Saudi

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 21:20 WIB
Purwanto menunjukkan foto kakaknya Surani, TKW yang viral disekap tanpa makan dan terpaksa minum air bak mandi di Jeddah, Arab Saudi
Foto: Purwanto menunjukkan foto kakaknya, Surani, TKW yang viral disekap tanpa makan dan terpaksa minum air bak mandi di Jeddah, Arab Saudi (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Kisah pilu tenaga kerja wanita (TKW) asal Sragen, Jawa Tengah, Surani (45), yang mengaku disiksa oleh majikannya viral di media sosial. Wanita yang bekerja di Jeddah, Arab Saudi itu kini dikabarkan sudah dijemput KJRI Jeddah dan segera dipulangkan.

Kisah nelangsa Surani ini viral setelah video keluh kesahnya ramai dibagikan di media sosial. Video berdurasi 1 menit 22 detik ini awalnya di-upload oleh akun Facebook Ahyar Doank, dan ramai dibagikan di beberapa grup Facebook.

Dalam video tersebut, Surani tampak berada di sebuah kamar. Dia menceritakan kondisi yang dia alami termasuk perlakuan sadis yang dilakukan oleh majikannya. Berikut penuturan lengkap Surani dalam video tersebut:

"Assalamualaikum, kepada bapak-bapak yang terhormat yang di KJRI Jeddah, saya mohon bantuan kepada bapak. Saya di sini sudah 18 tahun saya nggak pernah dipulang-pulangkan sama majikan. Saya minta pulang nggak dipulang-pulangkan, dan saya 18 tahun di sini gaji cuma seribu (Saudi Riyal), sekarang saya sering dikunci di kamar dua hari atau sehari, kadang dikasih makan kadang nggak. Majikan saya NS, yang laki-laki SAH. Saya di (wilayah) Al Samer, pak, dan saya dari Indonesia, Jawa Tengah. Desa saya Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Saya mohon kepada bapak, minta bantuan kepada bapak, tolong saya pak. Saya sudah pingin pulang, sama majikan nggak dipulang-pulangin. Saya sudah 18 tahun disini pak, mohon sekali lagi ya pak, mohon bantu saya. Terima kasih banyak pak pertolongannya," kata Suryani dalam video tersebut.

Dimintai konfirmasi, adik Surani, Purwanto (41) membenarkan video yang viral itu merupakan kakak perempuannya. Purwanto menyebut kakaknya sudah lama merantau sebagai TKW di Arab Saudi.

"Surani terakhir pulang itu tahun 2002. Sejak saat itu berangkat lagi dan tidak pulang sampai sekarang," uiar Purwanto, ditemui detikcom di rumah orang tua Surani, Selasa (30/6/2020).

Dia menuturkan selama 14 tahun bekerja sebagai TKW, kakaknya mengaku betah bekerja di Arab Saudi. Menurut Purwanto, saat itu Surani mendapatkan majikan yang baik sehingga dirinya betah bekerja di perantauan.

"Namun tahun 2016 majikannya meninggal, Surani kemudian ikut bekerja di salah satu anak majikannya tersebut. Sejak saat itu kondisinya sudah mulai berbeda," terangnya.

Puncaknya dalam tiga bulan terakhir, Surani mulai mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari majikan barunya. Berdasarkan pengakuan Surani kepada Purwanto, majikan barunya sering memarahi bahkan kerap mengurung Surani di kamar.

"Kalau majikannya marah, Surani dikurung di kamar, biasanya sampai 2 malam, tanpa dikasih makan. Kakak saya sering cerita, dia sering hanya bertahan dengan minum air di bak mandi dalam kamar, karena tidak diberi sekadar air minum," kata Purwanto.

Purwanto menyebut Surani hanya diperbolehkan keluar saat majikannya memintanya untuk bekerja, baik memasak atau membersihkan rumah. Setelah selesai, Surani kembali disekap di dalam kamar.

"Memasak pun ditungguin majikannya. Setelah selesai dikunci lagi di kamar. Kakak saya sering cerita bertahan hidup di kamar hanya selama dua hari dengan sepotong roti, pernah juga hanya makan garam dan minum air bak mandi," terang Purwanto.

Untuk menyelamatkan Surani, Purwanto mengaku sempat menghubungi pihak KJRI di Arab Saudi, sekitar satu bulan lalu. Namun saat itu, jawaban yang diberikan petugas tidak memuaskan.

"Sudah kontak ke dua kantor KJRI, jawabannya suruh sabar sampai kantor buka. Kemungkinan saat itu kantornya masih tutup karena pandemi," terang Purwanto.

Beruntung meski disekap, Surani masih diperbolehkan mengakses ponselnya sehingga bisa terus berkomunikasi dengan keluarganya. Saat itulah Purwanto menyarankan kakaknya itu untuk membuat video untuk disebar di media sosial.

"Awalnya dia takut. Tapi setelah ada pendampingan dari grup BMI (Buruh Migran Indonesia), dia mau bikin video yang akhirnya ramai di medsos tersebut," ujarnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3