Siap-siap, Dab! Dishub Bakal Susun Aturan Untuk Pesepeda di Yogya

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 15:04 WIB
Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta tampak ramai oleh warga. Tak sedikit warga yang datang untuk sekadar duduk-duduk atau bersepeda di sana.
Pesepeda di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Diwawancari terpisah, Dirlantas Polda DIY Kombes I Made Agus Prasatya mengatakan booming bersepeda di Yogyakarta sebetulnya sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum pandemi virus Corona. Sehingga menurutnya, sudah saatnya dipikirkan soal lajur khusus pesepeda, khususnya untuk Yogyakarta.

"Pembuatan lajur sepeda ini perlu demi menjamin keteraturan dan keselamatan semua pengguna jalan. Apalagi kini gairah bersepeda muncul kembali. Pembuatan lajur sepeda harus terintegrasi dengan moda transportasi lain," kata Made Agus, hari ini.

Made Agus menjelaskan, di tengah pandemi virus Corona, kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah.

"Di masa kenormalan baru ini, berdasarkan analisa dan evaluasi Ditlantas Polda DIY, euforia masyarakat ber-gowes cukup memprihatinkan. Keselamatan berlalu lintas diabaikan sehingga menimbulkan kecelakaan yang berakibat fatal," ungkapnya.

Dari hasil evaluasi Ditlantas Polda DIY, selama pandemi virus Corona, secara keseluruhan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada Maret 2020 mencapai 479, khusus untuk pesepeda 20 laka.

"Dari total kejadian laka pada Maret, 4 persen melibatkan pesepeda. Dari laka tersebut secara keseluruhan jumlah korban meninggal 41 dan khusus pesepeda 1 orang (meninggal). Dari total korban meninggal dunia 2 persen melibatkan pesepeda," paparnya.

Kemudian untuk bulan April, lanjut Made Agus, jumlah laka di DIY mencapai 273, dan khusus pesepeda 16 laka. Dengan demikian laka yang melibatkan pesepeda 6 persen.

"Secara keseluruhan jumlah korban meninggal di bulan April 22 orang, satu di antaranya pesepeda. Dari total korban meninggal dunia 5 persen menimpa pesepeda," terangnya.

Dia melanjutkan kecelakaan pada Bulan Mei jumlahnya 281, dan khusus pesepeda 12 kejadian. Dari total kejadian kecelakaan tersebut, 4 persen di antaranya dialami pesepeda.

"Jumlah korban meninggal dunia 24, dua di antaranya pesepeda. Total korban meninggal dunia pesepeda mencapai 8 persen," ungkapnya.

Untuk mencegah kecelakaan lalu lintas lebih fatal, kata Made Agus, setiap pesepeda sebaiknya wajib melengkapi diri dengan alat pelindung.

"Di antaranya memakai helm dan pakaian tertutup. Di sisi lain, untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pesepeda," pintanya.

Selain itu, Polda DIY juga akan menindak pesepeda yang tak tertib berlalu lintas. Selain itu, kata Made Agus, sosialisasi untuk bersepeda dengan aman juga masih dilakukan.

Halaman

(sip/mbr)