Kreatif! Pria Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Sepeda

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 14:54 WIB
Sarijo berpose dengan sepeda kayunya di jalan Yogya-Solo, tugu batas Klaten-Sukoharjo, Minggu (28/6/2020).
Sarijo berpose dengan sepeda kayunya di jalan Yogya-Solo, tugu batas Klaten-Sukoharjo, Minggu (28/6/2020). (Foto: Dok. Sarijo)
Klaten -

Warga Desa Seworagan, Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Sarijo (48), terbilang kreatif. Pria yang akrab dipanggil Ari itu menyulap limbah kayu mebel menjadi sepeda.

"Bahan itu awalnya kayu limbah mebel di tempat saya kerja ini. Daripada untuk kayu bakar saya buat sepeda," kata Sarijo saat ditemui detikcom di industri mebel tempatnya bekerja, Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Selasa (30/6/2020).

Sarijo menceritakan hobinya menciptakan sepeda berbahan limbah kayu itu dimulai tahun 2015. Sampai tahun 2020, ia sudah memproduksi lima unit sepeda berangka dan beroda kayu. Sedangkan untuk gir, rantai, dan pedalnya dari besi bekas.

"Sudah jadi lima unit yang sudah saya buat. Sepeda itu masih semua dan belum saya jual meskipun banyak yang nawar," terang Sarijo.

Dari lima sepeda kayunya itu, sambung Sarijo, pernah ditawar Rp 15 juta tapi tidak dia berikan. Bahkan ada orang yang mau menukar sepeda kayu Sarijo dengan sepeda motor sport, tapi Sarijo enggan melepasnya.

"Pernah mau dibeli beberapa kali saya belum cocok harganya. Pernah tahun lalu mau ditukar motor CBR saya juga belum cocok," imbuh Sarijo.

Sarijo menambahkan, lima sepeda kayu itu sampai kini digunakan untuk bersepeda santai keluarga. Kadang juga dipakai gowes bersama juragan mebel tempatnya bekerja.

"Sepeda saya gunakan untuk bersepeda santai sama anak dan istri. Kadang sama juragan kalau liburan," ujar Sarijo.

Sepeda kayunya paling jauh digunakan bersepeda sampai Malioboro, Kota Yogyakarta. Minggu lalu ke Solo juga dinaiki.

"Pernah saya nyepeda sampai Malioboro dan minggu kemarin ke arah Solo baru sampai Kartasura sudah balik pulang," lanjut Sarijo.

Meskipun sepedanya terbuat dari kayu, Sarijo mengaku tidak kalah nyaman dan percaya diri dibawa bersepeda di jalan raya. Bentuknya yang klasik dengan roda besar di depan dan roda kecil di belakang malah menarik banyak orang.

"Kalau kami pakai bersepeda di jalan raya, banyak orang nawar sampai minta foto. Jadi kaya artis, bahkan kemarin ditraktir soto," tambah Sarijo.

Di saat musim demam sepeda saat ini, ujar Sarijo, dirinya juga dapat banyak pesanan sepeda kayu. Namun belum disanggupi.

"Pesanan sudah 10 unit ada tapi saya belum sanggupi sebab mencari bahan kayu waru juga tidak mudah. Saya kalau buat, barang hasilnya juga harus kuat," pungkas Sarijo.

(rih/mbr)