Penyelenggara Pernikahan di Semarang Deklarasi Protokol Kesehatan New Normal

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 18:55 WIB
Gabungan Penyelenggara Pernikahan Semarang (GPPS) mendeklarasikan penyelenggaraan pernikahan di era new normal, Jumat (26/6/2020).
Gabungan Penyelenggara Pernikahan Semarang (GPPS) mendeklarasikan penyelenggaraan pernikahan di era new normal, Jumat (26/6/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Gabungan Penyelenggara Pernikahan Semarang (GPPS) mendeklarasikan penyelenggaraan pernikahan di era new normal. Deklarasi tersebut untuk menegaskan vendor mengikuti protokol kesehatan.

"Di deklarasi ini kita mendorong termasuk keluarga pengantin harus patuhi protokol kesehatan," kata juru bicara GPPS, Nanang Khusnaini, Jumat (26/6/2020).

Ada lima pernyataan dalam deklarasi yang dilakukan di Hotel Horison Nidya, Semarang itu, yaitu:

-Mendukung sepenuhnya Pemerintah Kota Semarang dalam mengatasi penularan COVID-19 dan ikut berperan aktif di dalamnya

-Melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan acara pernikahan dan mentaati peraturan yang ditetapkan Pemerintah Kota Semarang

-Memberikan informasi protokol kesehatan yang benar kepada setiap vendor pendukung acara pernikahan

-Memberikan informasi kepada pihak keluarga yang akan menyelenggarakan acara pernikahan untuk melakukan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya

-Mendorong kepada masyarakat umum untuk peduli dan mengikuti protokol kesehatan di setiap acara pernikahan

"Kami pelaku industri pernikahan Semarang mengajak masyarakat untuk menaati protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 secara umum dalam kehidupan keseharian dan secara khusus dalam penyelenggaraan acara pernikahan. Sehingga acara pernikahan selama new normal dapat tetap terus berlangsung dengan aman, nyaman, dan sehat," katanya.

Tujuan deklarasi tersebut selain meyakinkan pernikahan bisa tetap diselenggarakan di era new normal, juga membantu pemerintah dalam menjalankan roda perekonomian karena diketahui pandemi COVID-19 atau virus Corona berpengaruh di berbagai bidang termasuk penyelenggaraan pernikahan.

(alg/rih)