Batu Besar Diduga Candi hingga Yoni Ditemukan di Ladang Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 16:00 WIB
Penemuan batu diduga candi di Klaten
Foto: Penemuan batu diduga candi di Klaten, Kamis (25/6/2020) (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Warga Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten menemukan ratusan batu diduga reruntuhan candi dan arca Nandi. Reruntuhan batu kotak besar bertakik itu ditemukan bersama Yoni besar dan satu batu dorpel pintu candi di tengah tegalan jauh dari permukiman.

Pantauan detikcom di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kamis (25/6), batuan tersebut ditemukan di ladang yang ditanami warga dengan pepaya dan sengon. Tampak ada tiga gundukan batu yang tertutup tanah maupun lumut dan semak belukar di area tersebut.

Di sisi timur tampak batu-batu besar yang masih tersusun meski ambruk. Batu tersebut memanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter. Beberapa batu berukuran besar itu tampak memiliki takik.

Di puncak gundukan terdapat Yoni terbalik berukuran besar. Kemudian sekitar 40 meter ke arah barat ditemukan dua titik gundukan semak berisi tumpukan batu yang sama. Gundukan pertama berisi batu polos, bertakik, dan gundukan lainnya merupakan batu dorpel pintu candi. Kemudian di sampingnya, ada gundukan batu dan batu bata merah ukuran besar bertakik yang tertutup semak.

"Setahu saya dulu cuma tumpukan batu kotak-kotak. Saya tidak menyangka kalau itu ada berbagai bentuk dan katanya bekas candi," kata petani Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Sri Manto yang menggarap lahan di lokasi kepada detikcom, Kamis (25/6/2020).

Sri Manto menyebut tumpukan batu itu sudah ada di tengah tegalan sejak lama, bahkan sejak lahan itu digarap ayahnya. Tumbukan batu itu mulanya tampak seperti gundukan tanah.

"Sejak dulu sudah begitu, ada dua lokasi tumpukan batu yaitu di selatan dan utara. Ada yang batu kali ada yang batu bata ukuran besar," terang Sri Manto.

Warga lainnya, Suryo menuturkan di tengah ladang itu juga ada batu berbentuk sapi. Namun, warga tak menyangka itu arca.

"Selama saya bisnis tanam pepaya di sini tahu ada arca sapi baru kali ini. Kalau yang tumpukan banyak batu kotak sudah lama dengarnya," kata Suryo di lokasi.

Cerita yang sama juga dituturkan Tarno. Petani yang menggarap lahan itu menuturkan batu yang diduga arca itu sudah lama berada di pematang namun tidak berkepala.

"Sejak lama sudah di situ, bahkan sudah sejak mbah-mbah. Menurut cerita, dulu ada pertapaan," jelas Tarno.

Dalam kesempatan ini, Tarno bercerita sempat ada lima orang yang sempat datang di wilayah itu dengan alasan ingin mencari rezeki. Mereka membawa karung lalu menggali beberapa titik.

"Pernah datang sekitar 5 orang beberapa tahun yang lalu, sudah lama. Menggali di sana dan di sini," tuturnya.

"Mereka bawa karung. Bilangnya minta izin mau mencari rezeki di lokasi jika diizinkan tapi tidak tahu dapatnya apa," kata Tarno.

Sementara itu, pegiat Klaten Heritage Comunity, Hari Wahyudi datang mengecek ke lokasi karena mengaku mendengar kabar penemuan batu diduga candi tersebut. Dari pengecekan sementara ditemukan ratusan tumpukan batu, yoni, dan arca Nandi dan batu-bata merah berukuran besar.

"Yoni saya ukur lebar 110 cm. Kalau melihat Yoni sebesar itu candinya ukuran besar," jelas Hari pada detikcom di lokasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2