Ortu di Kudus Keluhkan Usia Jadi Penentu Jalur Zonasi PPDB Jateng

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 14:01 WIB
Sekretariat pengaduan PPDB Jateng di SMA N 1 Kudus, Kamis (25/6/2020).
Sekretariat pengaduan PPDB Jateng di SMA N 1 Kudus, Kamis (25/6/2020). (Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Orang tua (ortu) calon peserta didik baru di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan usia menjadi prioritas penerimaan siswa di jalur zonasi. Orang tua berharap nilai masih menjadi prioritas syarat di jalur zonasi PPDB Jateng.

"Ketika levelnya sama, misalnya jaraknya sama 1,3 km (antara sekolah dan balai desa) ini yang dipentingkan umurnya. Kemudian jika prestasi nilainya 37,10 yang penting umurnya, yang paling tua di atas. Lha ini Dukcapil atau apa," kata salah seorang wali calon peserta didik asal Desa Jepang Pakis, Ardi.

Hal ini disampaikan Ardi saat ditemui detikcom ketika mendaftarkan anaknya di SMA N 1 Kudus, Jalan Pramuka, Desa Nganguk, Kelurahan Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus, Kamis (25/6/2020).

Dia berharap nilai rapor menjadi faktor penentu PPDB di jalur zonasi. Ardi pun kecewa jika anaknya tidak bisa mendaftar ke sekolah yang diinginkan hanya karena faktor usia.

"Prioritas kan nilainya bukan umurnya. Umur 16 tahun belum boleh bikin KTP ndak apa-apa, kalau sekolah tidak masuk akal. SD, SMP dibatasi silakan, ini SMA, itu salah," cetusnya.

"Harapannya harusnya misalnya dirangking zonasi, prestasi, harus kembali ke nilai. Akibat zonasi kalau umur ini, bisa-bisa menyalahi data, merekayasa data agar bisa diterima masuk sekolah favoritnya," terangnya.

Sementara itu, Wakil Bidang Kesiswaan SMA N 1 Kudus Triastuti Evawani mengatakan jalur zonasi dengan pertimbangan usia memang sudah menjadi aturan PPDB. Secara sistem juga sudah otomatis di-setting dengan aturan tersebut.

"Memang zonasi itu, untuk usia nanti otomatis, usia tertua peringkatnya ada di atas karena memang aturannya seperti itu," kata Tri saat ditemui detikcom di kantornya hari ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2