Pilkada Solo

Solo Raya Polling: Elektabilitas Gibran Salip Purnomo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 18:35 WIB
Gibran Rakabuming bertemu Achmad Purnomo di Stadion Manahan Solo
Foto: Gibran Rakabuming bertemu Achmad Purnomo di Stadion Manahan Solo /dok.ist
Solo -

Lembaga survei Solo Raya Polling merilis hasil survei terkait Pilkada Solo. Hasilnya, elektabilitas Gibran Rakabuming Raka melejit hingga menyalip rivalnya Achmad Purnomo.

Elektabilitas putra Presiden Joko Widodo itu berada di angka 55 persen. Sementara Purnomo yang merupakan bakal calon Wali Kota Solo yang diusung DPC PDIP Solo berada di angka 36 persen.

Beberapa nama lain, yakni pasangan Purnomo, Teguh Prakosa mendapatkan angka 4 persen. Disusul Ketua DPRD Solo dari PDIP, Budi Prasetyo dan bakal calon Wali Kota Solo dari independen Bagyo Wahyono yang masing-masing 1 persen.

Direktur Solo Raya Polling, Suwardi, mengatakan hasil survei tersebut jauh berbeda dengan saat dirinya melakukan survei pertama kali pada Juli 2019. Saat itu Gibran tertinggal jauh dari Purnomo. Di survei kedua, Purnomo unggul sedikit dari Gibran.

Survei ketiga ini dilakukan pada 14-20 Juni 2020 dengan jumlah responden 1.008 orang dalam 126 titik lokasi survei dengan teknik random sampling. Margin error dalam survei ini sebesar 3,5 persen.

Untuk diketahui, Suwardi Juli 2019 lalu menyurvei Pilkada Solo menggunakan payung Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri). Kini dia menyurvei melalui lembaganya Solo Raya Polling.

"Di survei kedua, Januari 2020, elektabilitas Purnomo meningkat jadi 46 persen. Elektabilitas Gibran meningkat drastis tapi masih kalah dari Purnomo, yaitu 40 persen," ujar Suwardi dalam jumpa pers, Selasa (23/6/2020).

"Elektabilitas Gibran (pada survei ketiga) melonjak 307 persen dibandingkan survei pertama dari 13 persen jadi 55 persen, sedangkan Purnomo turun dari 38 persen jadi 36 persen," katanya.

Suwardi juga membeberkan catatan timnya di lapangan terkait kemungkinan alasan elektabilitas Purnomo menurun. Penurunan ini terjadi, lanjutnya, terkait dengan pandemi virus Corona.

Tonton video 'Bawaslu Buka-bukaan Kerawanan Pilkada 2020':

Selanjutnya
Halaman
1 2