Kisah Bocah Gimbal Dieng Dicukur dengan Syarat Dibelikan Motor Trail

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 12:52 WIB
Tradisi cukur rambut gimbal di dataran tinggi Dieng tetap dilakukan tahun ini. Kali ini tradisi cukur rambut gimbal digelar di rumah bukan di gelaran Dieng Culture Festival.
Hafizul Aksa anak rambut gimbal Dieng yang minta motor trail (Foto: Uje Hartono)

Setiap anak berambut gimbal mempunyai permintaan unik yang harus dipenuhi saat diruwat. Samin lalu mengenang permintaan Mualimah, ibu Hafizul Aksa, yang meminta ayam jago.

"Dulu ibunya Hafizul Aksa ini juga gimbal rambutnya. Saat diruwat meminta ayam jago," cerita Samin.

Warga percaya jika permintaan tidak dipenuhi, rambut anak yang sudah diruwat akan tumbuh gimbal kembali. Berbeda saat festival, jika ruwatan ini dilakukan mandiri maka permintaan anak harus dibelikan orang tuanya.

"Kalau di Dieng Culture Festival, yang membelikan dari panitia. Kalau mandiri orang tua si anak," jelasnya.

Hafizul Aksa mulai tumbuh gimbal sejak usia 2 tahun. Seperti anak rambut gimbal lainnya, tumbuhnya rambut diitandai dengan panas tinggi hingga kejang.

"Awalnya itu panas tinggi, dan untuk mencukur harus ada ritual dan memenuhi permintaan khusus dari anak tersebut," katanya.

Halaman

(ams/sip)