Pemburu Tewas Tertembak Teman, Polisi Akan Operasi Kepemilikan Senapan Modif

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 19:57 WIB
Pemburu tewas tertembak teman sendiri di Kabupaten Magelang, Selasa (16/6/2020).
Foto: Barang bukti pemburu tewas tertembak teman sendiri di Kabupaten Magelang, Selasa (16/6/2020). (Eko Susanto/detikcom)
Kabupaten Magelang -

Polres Magelang akan melakukan operasi kepemilikan senapan angin modifikasi buntut tewasnya seorang pemburu, Widiyanto (38) yang tewas tertembak temannya sendiri. Operasi ini sebagai upaya pencegahan agar peristiwa serupa tak terulang lagi.

"Kami akan coba lakukan upaya pencegahan nanti mungkin dalam bentuk operasi," kata Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko saat dihubungi wartawan, Rabu (17/6/2020).

Terkait dengan penggunaan senapan angin yang dimodifikasi, terangnya, untuk perizinan tersebut spesifikasinya dilihat dari ukuran peluru. Adapun dalam kasus Widiyanto, korban tertembak senapan angin modifikasi dengan peluru kaliber 4,5 mm.

"Itu kita lihat dari pelurunya dulu. Yang terkait perizinan kan spesifikasinya dilihat dari ukuran pelurunya. Maksimal 4,5 mm. Sebetulnya pelurunya sudah sesuai, tapi modifikasi itu. Makanya kita lihat tekanan anginnya, apakah sesuai dengan ini atau tidak," jelas Hadi.

Sementara itu kasus tewasnya Widiyanto masih dalam pendalaman polisi. "Prosesnya (penyidikan kasus tewasnya Widiyanto) masih kita lanjut. Kita dalami," ujarnya.

Menyinggung soal rekonstruksi tewasnya Widiyanto di TKP berburu musang di eks Dusun Ngori, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, polisi masih akan menunggu petunjuk dari jaksa jika berkas perkara sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Kita lihat petunjuk dari jaksanya seperti apa," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Widiyanto, pemburu hewan liar tewas tertembak temannya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi pada Senin (15/6) pagi.

"Tertembak oleh senapan angin berkaliber 4,5 mm. Korban atas nama Widiyanto, warga Dukun, Kabupaten Magelang," ujar Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/6).

Selanjutnya
Halaman
1 2