Menengok Omah Kapal, Cagar Budaya di Kudus yang Kini Tak Terawat

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 17:35 WIB
Kondisi cagar budaya Omah Kapal di Kudus, Rabu (17/6/2020).
Kondisi cagar budaya Omah Kapal di Kudus, Rabu (17/6/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Kondisi cagar budaya Omah Kapal di Kabupaten Kudus saat ini tidak terawat. Pihak keluarga bahkan sampai mengusulkan agar Omah Kapal yang terletak di Jalan KHR Asnawi, Kelurahan Damaran, Kecamatan Kota itu dihapus dari daftar cagar budaya.

Dari pantauan detikcom di lokasi, bangunan Omah Kapal tampak tertutup oleh semak. Di selanya tampak juga besi yang sudah berkarat. Tidak hanya itu, gambar jangkar kapal masih terlihat di dinding bangunan.

"Kami memang mengusulkan untuk menghapus Omah Kapal dari daftar benda cagar budaya. Sejak saya lahir kondisinya sudah seperti itu. Lha kemudian dibentuk menjadi cagar budaya saja juga bingung, karena saya juga tidak diberi tahu," ujar pemilik atau ahli waris dari Omah Kapal, Muhammad Bismark Muzahid saat ditemui wartawan di rumahnya di Kelurahan Damaran, Kecamatan Kota, Kudus, Rabu (17/6/2020).

Mamak, sapaannya, sudah dua kali mengusulkan untuk menghapus Omah Kapal dari daftar cagar budaya. Namun hingga kini belum ada hasil. Pihaknya pun masih menunggu kepastian dari Pemkab Kudus.

"Sudah pernah keberatan zamannya Pak Mustofa (Bupati Kudus periode 2013-2018). Kemudian bulan Desember 2019 kami ajukan lagi ke Pemkab Kudus. Sudah saya kirim surat tapi tidak ada respons," ujarnya.

Kondisi Omah Kapal yang terletak di Jalan KHR Asnawi Kelurahan Damaran Kecamatan Kota, Kudus, Rabu (17/6/2020).Kondisi Omah Kapal yang terletak di Jalan KHR Asnawi Kelurahan Damaran Kecamatan Kota, Kudus, Rabu (17/6/2020). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Pengusulan tersebut bukan tampak sebab. Menurutnya, kondisi ikon Omah Kapal itu sudah rusak berat. Terlebih Omah Kapal menurutnya tidak memberikan kontribusi yang banyak bagi Pemkab Kudus dan pihak keluarga.

"Itu (Omah Kapal) sudah rusak. Cagar budaya dari sisinya apa. Memang pernah menjadi ikon sejarah di Kudus, tapi dari sisi bangunan sudah rusak. Tidak ada kontribusi apapun," ujarnya.

Mamak berencana untuk mengubah bangunan Omah Kapal untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat. Saat ini lokasi yang berdiri Omah Kapal itu dengan tanah yang luasnya 8.500 meter persegi digunakan sebagai area parkir wisata Menara Kudus.

"Nanti pengin buat sesuatu yang bermanfaat. Ya kerja samakan sama relasi. Belum tahu jelasnya, karena situasi saat ini ada pandemi Corona," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2