Napi Ini Nekat Ngaku Jadi Pejabat Rutan, Tipu-tipu Keluarga Teman Satu Sel

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 14:16 WIB
Napi asimilasi Sayid ngaku pegawai rutan hingga suara perempuan untuk tipu-tipu
Foto: Napi asimilasi Sayid ngaku jadi pejabat rutan hingga pura-pura jadi perempuan untuk tipu-tipu. (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Seorang narapidana (napi) yang mendapatkan asimilasi Sayid Muhammad Ferhad (40), kini harus kembali mendekam di tahanan. Dia ditangkap polisi karena melakukan penipuan dengan mencatut nama salah seorang pejabat di Rumah Tahanan (Rutan) Boyolali.

"Modusnya yaitu tersangka mengaku pegawai Rutan (Boyolali) menelepon keluarga salah satu narapidana, bahwa akan dibebaskan dengan proses asimilasi dan meminta transfer sejumlah uang untuk mengurus asimilasi tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu AM Tohari, dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (17/6/2020).

Tohari menyebut Sayid merupakan narapidana kasus penggelapan yang mendapatkan asimilasi dampak pandemi virus Corona pada 22 Mei 2020 lalu. Warga Desa Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur itu malah melakukan kejahatan dan menipu keluarga teman satu selnya bernama Mulato untuk mendapatkan uang.

Tohari menyebut tak lama setelah keluar, Sayid lalu menelepon kakak ipar Mulato bernama Parjiyanto (49) dengan mengaku sebagai Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Boyolali Darmawan. Sayid yang mengaku sebagai Darmawan itu menawarkan pengurusan percepatan pembebasan Mulato melalui program asimilasi dengan meminta imbalan.

Mulato yang terjerat kasus UU Perlindungan Anak divonis 11 tahun bui itu tak mendapatkan asimilasi karena tidak memenuhi persyaratan Permenkum HAM. Keluarga Mulato pun tertarik dengan iming-iming Sayid meski harus membayar sejumlah uang.

"Akhirnya dari pihak keluarga napi ini mengirimkan uang, total sejumlah Rp 15 juta dengan cara transfer," jelas Tohari.

Selanjutnya aneka modus tipu-tipu Sayid dari pejabat Rutan hingga suara perempuan....