Babak Baru Tragedi Susur Sungai Sempor, 3 Pembina Didakwa Pasal Kelalaian

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 11:26 WIB
Sidang perdana tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman, Senin (15/6/2020).
Sidang perdana kasus tragedi susur Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Senin (16/6). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Yogi menuturkan kegiatan susur sungai merupakan kegiatan yang berbahaya dan penuh risiko bagi keselamatan jiwa pesertanya. Namun, terdakwa, kata dia, tidak melakukan survei lokasi dan meminta izin ke pengurus setempat terlebih dahulu.

"Seharusnya para terdakwa selaku pembina pramuka melakukan survei lokasi, minta izin ke Kamabigus, orang tua siswa, TNI/Polri dan SAR. Kemudian menyiapkan peralatan seperti tali, ban bekas, tongkat," katanya.

"Selain itu perlu menyiapkan alat keselamatan yaitu pelampung dan perahu kecil, serta alat komunikasi dan alat kesehatan," lanjutnya.

Yogi menyebut pada saat kegiatan berlangsung, cuaca di lokasi mendung dan hujan. Lalu sekitar pukul 15.00 WIB, para siswa mulai turun menyusuri sungai. Awalnya berjalan lancar dan sebagian regu sudah sampai finish dan ada yang naik jembatan. Namun, tiba-tiba datang air sangat deras menerjang para siswa yang berada di sungai.

"Para terdakwa tidak mempertimbangkan dari segi alat, segi petugas dan cuaca," paparnya.

Diwawancara terpisah, kuasa hukum terdakwa DDS, Safiudin mengaku tidak akan mengajukan eksepsi atas surat dakwaan JPU. Pihaknya akan memperjuangkan sejauh mana tanggung jawab terdakwa dalam kegiatan susur sungai.

"Kami tidak mengajukan eksepsi. Terdakwa ini bertugas di garis finish dan mengambil foto siswa. Saat mengetahui kejadian tersebut, terdakwa langsung turun dan menolong siswa," kata Safiudin.

Diberitakan sebelumnya, tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman terjadi pada Jumat 21 Februari 2020. Peristiwa nahas itu terjadi saat 249 siswa SMPN 1 Turi tengah mengikuti ekstrakurikuler Pramuka dengan kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Donokerto, Turi. Di tengah kegiatan, arus sungai tiba-tiba deras dan membuat para peserta hanyut. Sebanyak 10 siswi tewas dalam peristiwa tersebut.

Halaman

(sip/mbr)