Babak Baru Tragedi Susur Sungai Sempor, 3 Pembina Didakwa Pasal Kelalaian

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 11:26 WIB
Sidang perdana tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman, Senin (15/6/2020).
Sidang perdana kasus tragedi susur Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Senin (16/6). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Yogyakarta -

Kasus tragedi susur Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi Sleman memasuki babak baru. Tiga terdakwa yang merupakan pembina Pramuka menjalani sidang perdana dan didakwa pasal kelalaian.

"Atas peristiwa itu, sebanyak 10 siswa SMPN 1 Turi meninggal dunia. Atas kejadian itu, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP," ujar Jaksa penuntut umum (JPU) Yogi Rahardjo dalam sidang yang digelar secara virtual, Senin (15/6).

Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan matinya orang lain. Berdasarkan pasal itu,terdakwa terancam hukuman penjara 5 tahun. Sedangkan pasal 360 KUHP yaitu tentang kelalaian yang menyebabkan orang luka berat dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun bui.

Majelis hakim yang diketuai Annas Mustaqim, jaksa penuntut umum (JPU) dan penasihat hukum para terdakwa berada di Pengadilan Negeri (PN) Sleman selama sidang. Sementara itu, ketiga terdakwa berada di Polres Sleman.

Yogi mengungkapkan kegiatan susur sungai merupakan salah satu ekstrakurikuler di SMPN 1 Turi. Peserta susur sungai yaitu siswa kelas VII dan VIII. Kegiatan itu telah diprogramkan tahun ajaran 2019/2020.

"Kegiatan susur sungai itu dilaksanakan pada 21 Februari 2020 pukul 13.30 WIB di sungai Sempor yang dipimpin IYA, RY dan DDS selaku pembina Pramuka. Susur sungai itu diikuti sekitar 249 siswa kelas VII dan VII," urainya.

Tonton video 'Guru Tersangka Tewasnya 10 Siswi dalam Susur Sungai Minta Maaf':

Selanjutnya
Halaman
1 2