Tak Perlu Rapid Test, Peserta UTBK SBMPTN di Yogya Wajib Bawa Surat Sehat

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 15:57 WIB
Ilustrasi SBMPTN (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Foto: Ilustrasi SBMPTN. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)

Joko menyebut jika ada calon mahasiswa yang sudah terlebih dahulu datang ke Sleman, maka diperbolehkan untuk meminta surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan yang ada di Yogya.

"Kalau sudah tiba di Yogya bisa periksa di faskes yang ada di Yogya dengan itu tadi periksa di dokter yang punya SIP," katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta kepada penyelenggara UTBK agar menyiapkan fasilitas kesehatan. Nantinya, ketika ada peserta yang bergejala maupun tidak dalam keadaan sehat, maka bisa langsung dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kalau ada hal-hal yang sifatnya emergency, bisa mengunjungi faskes yang sudah menjalin kerja sama. Artinya kita tidak mempersulit calon mahasiswa datang ke Sleman atau ke Yogya dengan mengharuskan rapid test," paparnya.

Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo membenarkan para peserta UTBK tidak disyaratkan untuk rapid test. Karena hal itu akan membebani peserta lantaran biaya rapid test cukup mahal, dan surat keterangan rapid test hanya berlaku tiga hari.

"Kenapa tidak menyaratkan pakai rapid test. Saya sudah punya pandangan, mereka yang datang sampai ke Yogya ketika naik pesawat sudah kena rapid test. Mereka datang dari Surabaya naik kereta sudah kena rapid test. (Sekali rapid test bayar) Rp 200 ribu kalau dua kali menjadi Rp 400 ribu. Saya membayangkan malah menyulitkan semuanya, apalagi hanya berlaku tiga hari," ucap Sri.


(ams/sip)