UMY Beri Keringanan Biaya Kuliah S1-Vokasi di Tengah Pandemi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 15:08 WIB
Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), (29/3/2019).
Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) (29/3/2019). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberi keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa program studi sarjana (S1) dan program vokasi. Hal tersebut untuk meringankan beban mahasiswa di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Rektor UMY Gunawan Budiyanto menjelaskan, keringanan tersebut meliputi Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) sebesar 20 persen, serta pembebasan biaya listrik, bandwidth dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) bagi mahasiswa aktif semester gasal tahun 2020/2021. Menurutnya, keputusan itu sebagai wujud kepedulian UMY terhadap mahasiswanya.

"Sebagai wujud kepedulian kita terhadap anak-anak, kita mencoba melihat kembali batas minimum kebutuhan yang bisa dijalankan. Akhirnya ketemu, (yaitu) dengan keringanan SPP, pembebasan biaya bandwidth, listrik dan kegiatan mahasiswa," kata Gunawan melalui keterangan tertulis, Rabu (10/6/2020).

Gunawan melanjutkan bahwa keringanan biaya kuliah ini berlaku untuk mahasiswa lama yang tengah menempuh pendidikan S1 dan program vokasi.

Lebih lanjut, keputusan ini diambil untuk kebaikan segala lapisan yang ada di UMY. Selain itu, kebijakan ini diambil agar semua aktivitas dan program kampus dapat berjalan.

"Kita harus mengerti dampak negatif dari COVID-19 ini, karena bukan hanya mahasiswa yang terkena. Kita juga harus memikirkan staf tenaga pendidikan dan dosen. Di samping itu juga, program sosial UMY harus tetap berjalan," ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, untuk proses pembelajaran satu semester ke depan hanya akan menggunakan metode dalam jaringan (daring). Sedangkan untuk penyelenggaraan penelitian dan praktikum rencananya dimulai pada bulan Januari 2021.

"Kuliah online (daring) akan kita adakan kemungkinan sampai akhir tahun ini. Sementara karya mahasiswa seperti penelitian dan praktikum ada kemungkinan dengan pembatasan yang spesifik dan protokol kesehatan yang spesifik akan kita selenggarakan bulan Januari 2021," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2